Foto: Dok.Okezone
MALANG - Situasi yang terjadi di Arema FC mungkin tak pernah ada dalam bayangan pelatih Antonic Dejan. Datang dengan segudang semangat dan optimisme, hanya dalam sekejap ia melihat timnya retak-retak menyusul adanya inisiatif mundur sejumlah pemain.
Apesnya, dari sekian pemain yang berencana mundur, sebagian adalah pemain inti seperti Muhammad Ridhuan dan Leonard Tupamahu. Ini jelas menjadi persoalan serius bagi pelatih asal Serbia tersebut, apalagi pekan ini sudah harus melakoni pertandingan kontra Bontang FC di Stadion Gajayana.
Situasi semakin berat karena dirinya dituntut bisa membawa tim memenangi laga setelah sebelumnya dibikin malu Persiba Bantul 0-1. Hingga kemarin belum ada langkah strategi yang dilakukan Dejan, kecuali hanya pasrah melihat satu per satu pemainnya tidak betah di Arema.
“Saya akan lihat situasinya dulu. Soal pengunduran diri, itu persoalan pemain dan manajemen. Ada beberapa pemain yang pamit langsung ke saya,” ucapnya. Kredibilitas Dejan sedang dalam masalah besar. Ia tak hanya bertugas meracik strategi, tapi juga menyatukan puing-puing dalam timnya.
Bahkan tiga hari sebelum pertandingan, belum ada bayangan bagaimana rupa tim Arema setelah ada aksi mundur secara berombongan. Sebelumnya manajemen mengatakan pemain yang mengundurkan diri masih menjadi pemain Arema selama belum ada persetujuan dari manajemen.
Ini menjadikan Dejan dalam situasi dilematis. Ia bisa saja mempertahankan tim yang sudah ia bangun sebelumnya. Namun itu terbentur persoalan mental karena sebagian pemain sudah tidak betah. Sedangkan jika meminggirkan pemain yang berhasrat mundur, itu berarti ia harus memainkan tim baru.
Sebuah pilihan yang sulit. Pantas saja hingga kemarin pelatih yang baru membawa Arema bertanding sekali di Indonesian Premier League (IPL) ini belum bisa menentukan bagaimana formasi timnya. “Sekali lagi saya lihat dulu situasinya. Tapi yang jelas saya harus punya tim terbaik untuk bertanding,” ungkap Dek Yan, sapaan akrabnya.
Mundurnya tujuh pemain, dan dikabarkan disusul sejumlah pemain lain, merupakan buntut dari perubahan drastis di tubuh Singo Edan. Menyimak sejumlah komentar beberapa pemain, tidak menentunya kondisi klub yang menyebabkan mereka tidak kerasan lagi.
Sementara itu, untuk mengantisipasi hengkang pemain secara massal, kini manajemen terus melakukan perburuan pemain. Beberapa nama yang masuk seperti Patrich Wangga dan Okto Maniani semakin santer dikabarkan merapat ke Singo Edan. Media Officer Arema Noor Ramadhan tak menampik kabar itu.
Dalam penuturannya, ia menjelaskan idealnya harus ada langkah antisipatif dengan kondisi yang ada. Mundurnya tujuh pemain dianggapnya sudah mengurangi kekuatan tim, apalagi jika ada pemain-pemain lain yang kemudian melakukan langkah sama.
“Langkah antisipasi jelas ada. Terutama bagaimana kami menyiasati situasi mundurnya sejumlah pemain. Mungkin sekarang Arema mempunyai banyak pemain, tapi tidak bisa diasumsikan itu masih cukup. Sudah ada tujuh pemain yang mengundurkan diri dan kami belum mengetahui sikap pemain lainnya,” tutur Noor.
Yang pasti, sambung Noor, Arema hanya membutuhkan pemain level satu dan memberikan imbas signifikan ke tim. Sayang ia belum menguak siapa saja pemain yang menjadi incaran klub berlogo kepala singa, selain Wanggai dan Okto. (Kukuh Setiawan (Koran Sindo)/Koran SI/acf)