BANDUNG – Persib mendesak Badan Liga untuk segera mengeluarkan Manual Book atau Manual Liga untuk kompetisi 2011/2012. Hal itu dilakukan mengingat hingga kini belum ada panduan secara resmi dari PSSI soal peraturan kompetisi.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Muhammad Farhan mengaku belum menerima panduan liga yang resmi dari PSSI. Sedangkan pada 26 November sudah ditentukan deadline untuk merampungkan semua kesiapan kompetisi.
“Manualnya mana? Masa bikin liga tidak ada aturannya. Tidak mungkin liga berjalan tanpa adanya manual (panduan),” ujar Farhan, Sabtu (22/10/2011). Persib mendesak agar PSSI segera menuntaskan hal itu guna menyelesaikan persoalan klub-klub Liga Indonesia yang kini terpecah dalam dua kubu.
Seperti diketahui, Kelompok 14 (14 klub) menolak untuk ikut berkompetisi di bawah bendera PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Mereka bersikukuh kompetisi tetap dijalankan PT Liga Indonesia (PT LI) dengan format 18 klub peserta. Satu kubu lainnya tetap ingin mengikuti kompetisi dengan bendera PT LPIS.
Hingga kini, kata Farhan, Persib belum menerima jadwal resmi baik dari LPIS maupun PT LI. “Jadwal yang resmi belum keluar, kan manualnya saja belum ada,” terangnya. Farhan mengakui persiapan tim Persib menghadapi kompetisi 2011/12 terus dilakukan. Sayangnya, belum ada kepastian jadwal pertandingan dari PSSI.
Selain itu, Persib menjamin tidak ada pengurus klub yang menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LI. RUPS sendiri rencananya bakal digulirkan mulai 23 Oktober. Para peserta rapat berasal dari klub-Klub eks Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011.
RUPS tersebut akan membawa amanat Kongres PSSI di Bali, yakni pengaturan komposisi saham 99% untuk klub dan sisanya milik PSSI. Pembahasan pembagian saham baru digelar pada 27 Oktober.
“Kalau kita mau ikut saham pada badan hukum apapun, yang kita pikirkan adalah kewajibannnya. Berapa banyak yang musti kita setor. Persib tidak merasa tidak punya saham di musim lalu. Juga tidak mau berhutang saham,” tegas pria yang akrab sebagai presenter itu.
Seluruh penggurus klub ada di Bandung, terkecuali Direktur PT PBB Glen Sugita yang berada di amerika Serikat. “Justru kita sedang menyusun draft surat untuk menyelesaikan “hutang” PSSI dalam liga. Sekali lagi, Persib merupakan klub yang berorientasi pada bisnis dan prestasi,” terangnya.
Sementara itu, selepas pertandingan menjamu Semen Padang 15 Oktober lalu, Persib tidak ada agenda pertandingan. Dituturkan Farhan, LPIS selaku pengelola kompetisi mengagendakan sejumlah lokakarya, diantaranya bagi peserta ISL, pengawas pertandingan, dan panpel.
Pada 16-18 November diadakan penyegaran wasit, sehingga mereka sudah siap memimpin pertandingan secara keseluruhan mulai 24 November atau setelah pelaksanaan SEA Games 2011.
(Sebastianus Epifany)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.