SURABAYA - Pendiri Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro (AP) bakal menjadi pengawas bagi PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Djohar Arifin Husin dan wakilnya Farid Rahman. Ia siap mengkritik atau menegus Djohar-Farid jika kebijakannya tak sesuai dengan misi revolusi sepakbola Indonesia.
Menurutnya perubahan di persepakbolaan Indonesia sudah terjadi dan harus diikuti dengan progres yang positif. Terpilihnya Djohar dan Farid dianggapnya sebagai momentum yang pas untuk membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih modern.
“Kalau mereka salah ya akan kita jewer. Kita akan awasi terus bagaimana mereka membawa sepakbola Indonesia,” ujar AP kala menggelar syukuran di Hello Surabaya Restaurant, Sabtu (23/7/2011) siang. Acara ini tak lain adalah tasyakuran terpilihnya Djohar-Farid di Kongres Luar Biasa PSSI, 9 Juli lalu.
Dengan dihadiri sejumlah tokok sepakbola Surabaya, AP juga menceritakan bagaimana keinginannya membawa sepakbola Indonesia menjadi lebih profesional. Cita-cita AP berjalan mulus karena mendapat dukungan dari Surabaya, terutama Persebaya 1927.
Persebaya yang kerap sakit hati terhadap kepemimpinan Nurdin Halid, mendukung rencana AP melalui Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh ismail Mukadar. Jadilah, AP membentuk LPI yang kemudian dianggapnya menjadi cikal bakal revolusi sepakbola nasional.
“Jadi peran Surabaya sangat besar terhadap perubahan sepakbola sekarang ini. Kita memulainya dari sini,” demikian diakuinya. Tanpa bantuan tokoh-tokoh di Surabaya, menurutnya mustahil untuk melakukan perubahan sistem sepakbola yang kini telah diawali dengan terpilihnya Djohar dan Farid.
Untuk Jawa Timur secara umum, AP juga mengakui provinsi ini menjadi salah satu barometer sepakbola nasional. Dengan banyaknya klub yang berlaga di kompetisi level tertinggi, domain supporter di Jawa Timur juga tertinggi dibanding daerah mana pun di Indonesia.
Ia ingin Jawa Timur juga berperan dalam perubahan sepakbola nasional, tentunya memperbaiki kualitas kompetisi sekaligus tim nasional. “Jawa Timur mempunyai tim terbaik, baik di kompetisi LPI dan ISL. Di sinilah perubahan bakal ditentukan,” pujinya.
Setelah melakukan tsyakuran di Hello Surabaya Restaurant, AP dan Farid selanjutnya menyaksikan pertandingan hari terakhir Battle of The Fantastic Four di Gelora 10 November yang mempertandingan Persebaya 1927 dan Persema Malang.
Sayang Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tak bisa ikut hadir karena sedang mendampingi timnas di Turkmenistan. Kunjungan AP dan Farid ke Surabaya ini merupakan keduanya kalinya mereka turun ke daerah setelah sebelumnya sempat ke Medan.
(Hendra Mujiraharja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.