MEXICO CITY - Kondisi Salvador Cabanas, bomber Timnas Paraguay yang menjadi korban penembakan beberapa waktu lalu masih kritis. Untuk mencegah bertambah buruknya kondisi sang pemain, pihak dokter yang merawatnya langsung melakukan operasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Cabanas menjadi korban penembakan seorang tak dikenal saat tengah bersantai di suatu Bar di Meksiko. Lebih lanjut, Cabanas yang dirawat di Rumah Sakit Los Angeles Pedregal, kabarnya berada dalam kondisi kritis karena peluru yang dilontarkan orang tak dikenal itu masih bersarang di dalam kepalanya.
Untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, Dr. Martinez yang menangani Cabanas langsung bergerak cepat dengan melakukan operasi darurat guna mengeluarkan peluru yang tertambat di kepala belakangya.
“Cabanas datang ke sini (rumah sakit) dalam keadaan kritis dengan pendarahan di tengkorak kepalanya. Setelah kami tangani, kami juga menemukan luka pada kuliT kepalanya dan pembekuan darah di kepalanya,” jelas Dr. Martinez dalam konferensi pers setelah operasi sebagaimana dikutip Goal, Selasa (26/1/2010).
“Kami melakukan operasi di bagian tengkorak kepala dan mengentikan pendarahan serta pembekuan darah. Beruntung, kondisi otaknya masih stabil,” tambahnya.
Kendati mengatakan proses operasi berjalan lancar, namun Dr. Martinez mengklaim dirinya beserta tim harus bekerja ekstra keras menghentikan pembekuan darah yang berpotensi besar bakal mengganggu kinerja otak sang pemain.
“Masalah pembekuan darah telah kami atasi, namun sistuasi gawat belum berakhir. Untuk saat ini, ia dalam kondisi tenang dan membutuhkan waktu beberapa hari sebelum efek obat biusnya berakhir,” tandas Martinez.
Ditanya mengenai prediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan Cabanas untuk kembali pulih, Martinez tak bisa memberikan jawaban. Yang pasti, ia hanya meminta semua pihak untuk bersabar, karena kesembuhan Cabanas akan sangat bergantung kondisi tubuhnya.
“Kami tak bisa berbicara mengenai prediksi atau konsekuensinya. Kami hanya bisa berharap situasinya akan terus membaik. Cedera seperti yang dialami Cabanas kali ini tak bisa diprediksi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Martinez juga mengungkapkan jika proses operasi yang dilakukannya memakan waktu sekira tujuh jam. “Cabanas datang pukul 6 pagi, dan kami langsung mempersiapkan segala keperluan untuk operasi. Operasi sendiri di mulai pukul 7:30 dan kami baru setelah sekira 40 menit yang lalu. Itu berarti operasi berlangsung sekira tujuh jam.”
“Kami mengalami sedikit kesulitan karena peluru sulit diangkat karena bersarang tepat di belakang otak. Kami berpotensi membuat kondisinya semakin buruk jika memaksakan untuk mengangkatnya. Kami juga tak bisa menjamin Cabanas telah terbebas dari bahaya. Jika saja tidak segera di bawa ke sini, kemungkinan besar ia takkan selamat. Beruntung, ia masih muda dan sehat. Ini sangat membantunya,” tandasnya.
“Kesimpulannya, kami akan kembali melakukan operasi. Sebab, kami tak tahu jika nantinya akan kembali terjadi pendarahan. Peluru belum bisa diangkat. Tapi, yang menjadi perhatian utama kami adalah jelas nyawanya. Kini, kami hanya bisa menunggu. Kami juga belum bisa memastikan apakah ia akan kembali bisa hidup normal,” tutup Dr. Martinez.
Dengan kondisi yang tengah dialaminya ini, peluang Cabanas membela Timnas Paraguay di Piala Dunia 2010 pun kian tipis. Well, untuk saat ini kesembuhan memang menjadi prioritas utama Cabanas ketimbang harus berpikir mentas di ajang akbar empat tahunan itu.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.