BANDUNG - Belum jelasnya pembentukan direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) jadi salah satu alasan pengurus demisioner Maung Bandung membentuk Badan Pengelola Persib (BPP). Badan ini untuk sementara bertugas menggantikan peran yang selama ini difungsikan pengurus teras Persib yang berstatus demisioner.
Melalui rapat internal yang digelar bersama beberapa pengurus lainya di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Balong Gede, Kota Bandung, Jumat (9/1/2009), mandataris pembentukan PT PBB, Dada Rosada secara resmi menunjuk beberapa pengurus lama duduk sebagai pengurus BPP.
Dada sendiri duduk di kursi ketua dewan penasehat. Di kursi anggota dewan penasehat dua muka lama masih dipercaya memegang jabatan tersebut, Zaenuri Hasyim dan Wahyu Hamijaya. Hanya sosok, Ayi Vivanda yang tergolong sebagai muka baru di posisi ini.
Terlepas dari itu, Dada menegaskan tujuan pembentukan BPP ini adalah untuk menggantikan peran yang seharusnya dijalankan direksi PT PBB yang sejauh ini, pembentukanya belum rampung 100%.
"Semua tugas untuk sementara dipegang BPP. Sambil berjalan saja dan menunggu hingga direksi PT PBB pembentukanya rampung 100%," kata Dada kepada wartawan usai pertemuan.
Hanya pembentukan BPP melalui SK nomor 02/MANDATARIS/VII/2008 ini, sedikit mengundang pertanyaan karena keseluruhan tak ada satu pun sosok atau figur dari tim yang masuk dalam struktur keorganisasian BPP.
Terlepas dari itu, sebelum pertandingan leg pertama babak babak 24 besar Piala Indonesia, Persib menghadapi Persires Rengat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (14/1/2009), Dada berencana melakukan inspeksi internal tim.
"Tujuanya untuk menanyakan hasil yang dicapai Persib di putaran pertama Liga Super dan target serta perhitungan lain yang sifatnya prestasi pada putaran II dan Piala Indonesia," tandas Dada.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.