ADA momen menarik saat pengumuman peraih Ballon d'Or 2026. Dua bintang muda, Lamine Yamal dan Kylian Mbappe, yang sebelumnya tampil percaya diri sebelum acara dimulai, harus merelakan trofi bola emas jatuh ke tangan penyerang Inggris, Harry Kane.
Saat nama Kane resmi diumumkan sebagai pemenang, sorotan kamera langsung tertuju pada raut wajah kedua pesaing terdekatnya tersebut. Reaksi yang ditunjukkan oleh Mbappe dan Yamal pun terlihat sangat bertolak belakang satu sama lain.
Mbappe tampak bersikap sangat tenang dan dewasa. Penyerang asal Prancis itu langsung bertepuk tangan serta memberikan pelukan hangat untuk selamat kepada Kane, sementara Yamal justru terlihat lesu dengan raut wajah yang tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Kekecewaan Yamal yang gagal memanfaatkan momentum usai menjuarai Piala Dunia 2026 turut memicu reaksi keras dari keluarganya. Sang paman, Abdul, secara terbuka mengkritik keputusan pihak penyelenggara yang dinilainya berat sebelah.
"Saya sangat sedih dan merasa kecewa. Keponakan saya sangat luar biasa dan merupakan pemain terbaik di dunia, semua orang tahu itu. Jika Anda mencintai sepak bola, Anda akan datang ke stadion untuk menonton Lamine Yamal bertanding, bukan Harry Kane," tegas Abdul, mengutip dari Bao Dan Tri, Rabu (29/10/2026).
Di sisi lain, perwakilan France Football mengungkapkan bahwa perolehan suara antara Kane dan Mbappe sejatinya berlangsung sengit hingga perhitungan akhir. Margin kemenangan Kane tercatat sebagai salah satu yang tertipis dalam sejarah, bahkan lebih rapat dibandingkan persaingan Rodri dan Vinicius Junior pada 2024.