Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soccer Challenge Bekasi dan Kudus 2026-2027: SDN Cipayung 02 dan SDN Pulogebang 07 Rebut Gelar Juara

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |11:33 WIB
Soccer Challenge Bekasi dan Kudus 2026-2027: SDN Cipayung 02 dan SDN Pulogebang 07 Rebut Gelar Juara
Soccer Challenge Bekasi dan Kudus 2026-2027 menghasilkan dua juara (Foto: Istimewa)
A
A
A

PARTAI final Soccer Challenge Bekasi dan Kudus Seri 1 2026-2027 berlangsung seru dan semarak pada Minggu 18 Oktober. Dua sekolah tampil sebagai juara di masing-masing kelompok usia (KU) pada regional Bekasi, yakni SDN Pulogebang 07 di KU 10 dan SDN Cipayung 02 di KU 12.

Sementara itu, di regional Kudus, SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai juara KU 10, sedangkan SD Unggulan Muslimat NU menjadi kampiun KU 12. Turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut menjadi wadah bagi para siswi sekolah dasar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi.

1. Jumlah Peserta

Ilustrasi sepakbola

Baca Juga:
baca_juga

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah atlet dan sekolah yang ambil bagian. MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 1 2026-2027 diikuti 1.261 atlet dari 80 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebanyak 30 tim bersaing di KU 10, sedangkan 86 tim berkompetisi di KU 12. Seluruh pertandingan digelar di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela.

Partisipasi lebih besar tercatat di regional Kudus dengan melibatkan 1.672 atlet dari 100 SD dan MI. Persaingan di KU 10 dan KU 12 masing-masing diikuti 80 tim yang bertanding di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus.

Program Manager Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi di Bekasi dan Kudus menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri usia dini. Keterlibatan semakin banyak atlet dan sekolah dinilai penting untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak perempuan dalam mengasah kemampuan melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,” ujar Edi.

2. Kerja Keras

Di sisi lain, Head Coach Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengapresiasi kerja keras penyelenggara, pelatih, dan para pemain yang terus menunjukkan kemampuan terbaik di setiap seri. Namun, dia menekankan pentingnya keseriusan sekolah dalam mempersiapkan tim, terutama terkait frekuensi latihan sebelum mengikuti turnamen.

Menurut Timo, masih ada tim yang hanya berlatih sekali dalam sepekan, bahkan baru memulai persiapan menjelang kompetisi. Padahal, tim yang mampu menembus delapan besar umumnya memiliki jadwal latihan lebih rutin.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement