JAKARTA – Menjelang laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, melontarkan peringatan keras kepada anak asuhnya. Ia secara khusus menyoroti kualitas individu skuad Timnas Indonesia yang dinilai berada di level yang sangat kompetitif.
Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh diprediksi bakal berjalan menarik di Stadion Utama Gelora Bung Tomo (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Meski tim asal Asia Selatan tersebut dipastikan tersingkir usai menelan kekalahan dari Singapura dan Malaysia, semangat bertanding mereka sama sekali tidak kendur.
Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Dooley secara terbuka menyebut dua nama pemain Timnas Indonesia yang paling ia waspadai. Menurutnya, kehadiran para pemain abroad memberikan dampak masif bagi kekuatan permainan Garuda di turnamen tahun ini.
Dua sosok yang menjadi pusat perhatian sang pelatih berpengalaman tersebut adalah Kevin Diks dan Ole Romeny. Keduanya dinilai memiliki atribut teknik serta pengalaman internasional yang mampu merepotkan lini pertahanan lawan mana pun.
Thomas Dooley memberikan pujian khusus kepada Kevin Diks yang saat ini berkarier di Liga Jerman bersama Borussia Monchengladbach. Pengalaman dan visi bermain sang bek dinilai sebagai pilar penting kestabilan tim tuan rumah.
Selain lini belakang, sektor penyerangan Timnas Indonesia juga menjadi sorotan tajam. Dooley memperingatkan barisan pertahanannya untuk ekstra hati-hati terhadap pergerakan eksplosif penyerang bernomor punggung 10, Ole Romeny.
"Kevin Diks yang bermain di Bundesliga sangat berbahaya. Begitu pula dengan nomor 10, Ole Romeny di lini serang; dia sangat kuat dan memiliki teknik individu yang luar biasa," ungkap Dooley saat konferensi pers jelang laga, Kamis (1/10/2026).
Kendati mengagumi kualitas individu kedua pemain kunci tersebut, Dooley mengingatkan skuadnya agar tidak terjebak untuk hanya fokus mengawal Diks dan Romeny saja. Ia menilai kekuatan Timnas Indonesia bersifat kolektif dan merata di setiap lini.
Bahkan, Dooley sempat melontarkan komentar bernada candaan namun serius mengenai postur fisik para pemain bertahan lawan yang jauh lebih menjulang dibanding dirinya, seraya menegaskan bahwa seluruh penggawa Garuda wajib diwaspadai tanpa terkecuali.
Bagi Bangladesh, bentrokan kontra Indonesia ini bukan sekadar formalitas penutup grup, melainkan momentum berharga untuk menimba pengalaman berharga dan menguji mentalitas bertanding di level tertinggi sepak bola Asia Tenggara.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.