JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan tim asuhannya tidak terbebani dengan tekanan jelang laga terakhir babak grup FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh. John Herdman justru menganggap tekanan itu sebagai hak istimewa bagi Skuad Garuda.
Pertandingan penentuan itu bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia tak hanya dituntut memenangi pertandingan, tapi juga harus bisa menang dengan skor besar. Hal ini lantaran Skuat Garuda berada di posisi 2 klasemen sementara Grup A. Meski memiliki 4 poin sama seperti Timnas Malaysia, Timnas Indonesia kalah selisih gol.
John Herdman mengungkapkan, tekanan dalam pertandingan sepak bola merupakan sebuah keistimewaan. Terlebih, banyak pemain yang sebelumnya sudah terbiasa bertanding di kompetisi Eropa.
"Tekanan bagi tim ini adalah sebuah hak istimewa. Itulah yang mereka lakukan setiap minggu. Mereka bermain di depan penonton besar dan momen-momen besar, kompetisi Eropa. Maksud saya, itulah keindahan dari tim ini. Mereka pernah berada di sana, mereka pernah mengalaminya. Seperti yang saya katakan, mereka beradaptasi dengan kondisi yang ada," ujar Herdman di Jakarta, kemarin malam.
Pelatih asal Inggris tersebut menambahkan, masa transisi dan adaptasi gaya permainan yang diusungnya bersama Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Pendekatan taktis yang fleksibel menjadi kunci utama dalam menjaga ritme permainan di atas lapangan.
"Mereka masih beradaptasi dengan kondisi di sini. Itu adalah bagian besar dari evolusi tim ini. Saya terus mengatakan bahwa kami bisa bertahan dalam pertandingan. Kami bisa membawa identitas menyerang. Kami bisa membawa identitas agresif untuk periode tertentu," tutur John Herdman.
"Lalu kami harus menurunkan tempo karena para pemain harus menurunkan beban, dan kemudian kami harus menyerang lagi. Itulah yang sedang kami pelajari. Hanya ritme konstan bermain di Indonesia, gaya yang lebih agresif dan berani menekan ke depan," tambah Herdman.