FEDERASI Sepakbola India (AIFF) akhirnya buka suara mengenai berbagai liar di media massa dan media social usai Timnas India memutuskan batal melawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satu isu panas yang beredar di ruang publik menyebutkan AIFF harus menanggung beban sanksi berupa denda finansial dalam jumlah besar dari pihak FIFA.
Tuduhan tersebut sontak memicu reaksi keras dari badan tertinggi sepak bola India itu. AIFF dengan tegas mengeluarkan bantahan terbuka guna meluruskan informasi yang dianggap merugikan kredibilitas lembaga mereka.
Melalui rilis resmi, pihak federasi mengecam keras narasi keliru yang menyebutkan bahwa mundurnya mereka dari kompetisi regional membawa dampak buruk terhadap stabilitas keuangan organisasi.
Dalam pernyataan resminya, AIFF secara gamblang menyatakan kabar mengenai penjatuhan denda akibat batal tampil di turnamen tersebut sepenuhnya adalah berita bohong.
"AIFF mengutuk klaim-klaim yang salah bahwa keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Piala ASEAN FIFA 2026 telah mengakibatkan denda keuangan yang telah ditentukan sebelumnya atau sanksi," tulis pihak federasi, dikutip Kamis (20/8/2026).
AIFF juga menyayangkan sikap media lokal yang menyebarkan informasi tanpa dasar yang kuat serta mengabaikan validitas data keuangan organisasi.
"AIFF juga khawatir tentang klaim yang belum diverifikasi mengenai keuangan kami tanpa dasar pendukung atau dokumentasi apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, AIFF turut memberikan penjelasan terkait agenda besar lain yang tengah mereka rintis, yakni rencana pertandingan persahabatan melawan Timnas Brasil yang merupakan pemilik lima gelar juara dunia.
"Keputusan untuk menjadi tuan rumah bagi Brasil, juara Piala Dunia FIFA lima kali, diambil melalui proses institusional yang tepat, dengan mengakui peluang luar biasa yang ditawarkannya bagi sepak bola India, tim nasional, dan jutaan penggemar. Pertandingan tersebut akan memberikan dorongan semangat bagi tim nasional India sambil mendorong penggemar menuju sepak bola India, dampaknya yang tidak dapat diukur,” sambung pernyataan resmi AIFF.
“Pertandingan ini merupakan peluang olahraga internasional yang disepakati secara bersama antara dua federasi sepak bola dan tidak boleh digambarkan sebagai pengaturan sepihak,” lanjut keterangan AIFF.
Menutup pernyataannya, pihak AIFF mengingatkan agar publik maupun media lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak merusak citra sepak bola nasional di mata dunia.
"AIFF menghormati hak demokratis untuk menyatakan pendapat tentang sepak bola India. Namun, pernyataan mengenai keuangan Federasi dan penggunaan dana harus didasarkan pada fakta dan informasi yang dapat diverifikasi. Peredaran pernyataan yang salah secara faktual berpotensi memengaruhi reputasi dan kedudukan India secara nasional maupun internasional," tutup AIFF.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.