Manajemen pertandingan dan keputusan pergantian pemain yang kerap telat turut memperparah situasi pelik di lapangan.
Selain faktor teknis di atas lapangan, kontroversi pemilihan pemain sejak awal pemanggilan juga menuai kritik tajam dari kalangan pengamat. Bung Ais berpandangan ketiadaan nama-nama berpengalaman seperti Ricky Kambuaya, Adam Alis, hingga penjaga gawang Teja Paku Alam membuat opsi di bangku cadangan menjadi sangat terbatas.
"Kedalaman skuad kita belum merata di semua posisi, terbukti pemain senior seperti Thom Haye harus diporsir terus-menerus tanpa ada pengganti sepadan," kata Bung Ais.
Aspek psikologis pemain pun menjadi sorotan utama ketika Garuda dihadapkan pada situasi tertinggal di bawah tekanan suporter maupun lawan. Hilangnya fighting spirit serta kepanikan yang melanda usai kebobolan membuktikan bahwa mentalitas tim mengalami kemunduran drastis dibanding era-era sebelumnya.
Pada akhirnya, akumulasi dari kesalahan individu, kelemahan taktik, serta buruknya manajemen krisis di bawah kepemimpinan John Herdman harus dibayar mahal oleh Timnas Indonesia. Evaluasi menyeluruh kini mendesak untuk dilakukan, bukan sekadar memvonis individu pemain, melainkan membenahi total cetak biru pengelolaan tim nasional ke depan.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.