BABAK semifinal Piala AFF 2026 dipastikan akan menyajikan duel sarat gengsi antara Timnas Vietnam menghadapi tuan rumah Malaysia. Pertemuan dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara ini selalu menjanjikan laga yang sengit dan penuh drama di atas lapangan.
Menjelang pertandingan leg pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 16 Agustus 2026 mendatang, skuad Golden Star Warriors mendapatkan angin segar. Kabar baik tersebut berkaitan dengan kondisi venue pertandingan kandang yang akan digunakan oleh tim berjuluk Harimau Malaya itu.
Keuntungan besar didapatkan oleh Timnas Vietnam karena Malaysia dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Nasional Bukit Jalil untuk laga kandang mereka. Stadion keramat yang berkapasitas lebih dari 80.000 penonton tersebut terpaksa harus ditutup sementara waktu.
Menurut laporan dari media Malaysia, New Straits Times, penutupan ini wajib dilakukan karena adanya proyek renovasi besar-besaran untuk mengganti seluruh lintasan atletik. Pengerjaan fasilitas tersebut dipersiapkan secara khusus untuk menyambut ajang multi-olahraga SEA Games 2027 mendatang.
Managing Director Malaysia Stadium Corporation, Iliyas Jamil mengonfirmasi hal tersebut kepada New Straits Times. Ia menjelaskan jadwal renovasi sudah dirancang jauh hari sebelum kalender resmi Piala AFF 2026 dikonfirmasi, sehingga pihak pengelola tidak dapat mengubah progres pengerjaan.
Akibat kendala infrastruktur ini, tim asuhan pelatih Tan Cheng Hoe harus memindahkan home base mereka ke Stadion Kuala Lumpur. Perpindahan venue ini praktis mereduksi keunggulan psikologis yang biasanya dimiliki Malaysia saat bermain di kandang sendiri.
Selama ini, Stadion Bukit Jalil dikenal sangat angker bagi tim tamu berkat atmosfer luar biasa dari puluhan ribu suporter fanatik. Sebagai perbandingan, Stadion Kuala Lumpur yang menjadi pengganti hanya memiliki kapasitas jauh lebih kecil, yakni sekitar 18.000 kursi saja.
Sebelumnya, Stadion Kuala Lumpur sempat menjadi saksi kemenangan tipis 1-0 Malaysia atas Filipina di fase grup berkat dukungan sekitar 12.000 suporter setianya. Kendati demikian, atmosfer intimidatif khas Bukit Jalil dipastikan tidak akan sepenuhnya tercipta di laga semifinal nanti.
Menanggapi situasi ini, pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe tetap mencoba bersikap realistis menghadapi Vietnam yang diunggulkan. Ia berharap dukungan penuh dari publik tuan rumah tetap mengalir deras untuk membakar semangat juang para pemainnya di lapangan.
"Vietnam adalah tim yang lebih diunggulkan, dan kami berada di posisi underdog. Para pemain tidak punya apa-apa untuk kalah," ujar Tan Cheng Hoe.
Bagi Timnas Vietnam, absennya Stadion Bukit Jalil tentu menjadi sebuah keuntungan taktis yang sangat berharga. Tekanan psikologis dari tribun penonton dapat diredam, sebelum nantinya mereka kembali bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua di Stadion My Dinh pada 19 Agustus 2026.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.