NEW JERSEY – Keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Argentina menembus partai final Piala Dunia 2026 tidak hanya membuka peluang mereka mempertahankan gelar juara. Laga puncak melawan Spanyol yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB itu juga menjadi panggung pembuktian bagi sang kapten, Lionel Messi, untuk menyamai salah satu rekor paling langka dalam sejarah sepak bola.
Melalui kemenangan epic comeback yang dramatis atas Inggris di babak semifinal, Messi kini resmi bergabung dengan legenda Brasil, Cafu. Mereka menjadi dua pemain sepanjang sejarah yang mampu tampil langsung di tiga laga final Piala Dunia yang berbeda.
Pencapaian ini kian menegaskan status Messi sebagai salah satu pesepak bola terhebat. Pasalnya, ada perbedaan besar antara masuk dalam skuad final dan benar-benar turun bertanding di lapangan hijau pada tiga edisi puncak yang berbeda.
Sebelum disamai oleh Messi, Cafu menjadi satu-satunya pemain yang memegang rekor mustahil ini sendirian. Mantan bek kanan legendaris tersebut mengawali torehan emasnya pada final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat melawan Italia, saat ia masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Jorginho yang cedera.
Cafu kemudian kembali menjadi pilar utama Timnas Brasil saat menembus final Piala Dunia 1998 di Prancis, meski harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari tuan rumah. Puncak kariernya terjadi pada edisi 2002 di Korea-Jepang, saat ia memimpin Selecao sebagai kapten dan mengangkat trofi juara usai membungkam Jerman 2-0.
Sebenarnya ada deretan nama besar lain seperti Pele, Ronaldo Nazario, Lothar Matthaus, hingga Pierre Littbarski yang juga sukses mencapai tiga final Piala Dunia. Namun, karena faktor cedera atau tidak mendapat menit bermain, mereka melewatkan salah satu dari tiga laga puncak tersebut sehingga posisinya berada satu tingkat di bawah Cafu dan Messi.
Di sisi lain, perjalanan Lionel Messi untuk menyamai rekor ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Pemain yang kini telah berpartisipasi dalam enam edisi Piala Dunia tersebut merasakan laga final pertamanya pada edisi 2014 di Brasil, yang berakhir pilu setelah Argentina takluk 0-1 dari Jerman di babak perpanjangan waktu.
Utang sejarah tersebut baru terbayar lunas delapan tahun kemudian pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Dalam salah satu partai final paling mendebarkan melawan Prancis, Messi tampil gemilang dan sukses mempersembahkan bintang ketiga bagi negaranya melalui drama adu penalti.
Kini, dua dekade setelah memulai debutnya di Piala Dunia saat masih berusia 18 tahun, La Pulga bersiap menjalani final ketiganya di Piala Dunia 2026. Laga penentu di Amerika Utara ini akan menjadi saksi apakah Messi mampu menutup pencapaian langkanya dengan torehan trofi juara atau tidak.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.