ATLANTA – Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Mesir di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis di babak 16 besar. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, melainkan pada insiden provokatif yang terjadi tepat setelah peluit panjang berbunyi.
Sebuah bendera Israel sengaja dikibarkan di hadapan pelatih Mesir, Hossam Hassan, sesaat setelah timnya dipastikan kalah dari Argentina. Aksi tersebut memicu reaksi keras dan emosional dari sang pelatih yang tampak sangat tidak menerima tindakan tersebut.
Ketegangan ini disinyalir merupakan imbas dari aksi simpatik Hassan beberapa hari sebelumnya. Usai membawa Mesir menang adu penalti melawan Australia di babak gugur, pelatih Mesir itu merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendera Palestina di atas lapangan.
Sebelum laga kontra Argentina, Hassan memanfaatkan sesi konferensi pers resmi FIFA untuk menyuarakan penderitaan warga Palestina di Gaza. Dengan emosional, ia menegaskan bahwa membela hak hidup warga Palestina adalah panggilan dasar sebagai sesama manusia.
"Jika ada orang di dunia ini yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina, maka mereka bukan manusia, baik mereka orang Arab, Eropa, atau Amerika," ujar Hassan jelang laga Argentina vs Mesir, mengutip dari Aljazeera, Rabu (8/7/2026).
Hassan juga mengkritik standar ganda dunia yang kerap lebih peduli pada hak-hak hewan dibanding nyawa ribuan manusia yang melayang setiap hari akibat rudal. Baginya, pesan perdamaian dan hak untuk hidup harus disuarakan lewat sepak bola, sejalan dengan slogan respek milik FIFA.