Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

19 Pemain Jebolan Piala Dunia yang Memperkuat Klub Indonesia, Ini Daftarnya

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2026 |21:17 WIB
19 Pemain Jebolan Piala Dunia yang Memperkuat Klub Indonesia, Ini Daftarnya
19 Pemain Jebolan Piala Dunia yang Memperkuat Klub Indonesia, Ini Daftarnya (FIFA)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 19 pemain jebolan  Piala Dunia ternyata pernah merumput membela klub Liga Indonesia. Bahkan, ada yang pernah meraih Piala Dunia. 


Melansir lama FIFA, Senin (29/6/2026), terdapat 19 pemain yang pernah tampil di Piala Dunia dan membela klub Liga Indonesia. Berikut daftarnya: 

1. Mario Kempes (Argentina)

Piala Dunia: 1974, 1978, 1982
Klub di Indonesia: Pelita Jaya

Tak banyak juara dunia yang pernah bermain di Indonesia. Mario Kempes adalah salah satunya. Ia menjadi bintang utama saat Argentina menjuarai Piala Dunia 1978 dengan mencetak dua gol di final melawan Belanda. 

Ia juga meraih Bola Emas dan Sepatu Emas turnamen. Menjelang akhir kariernya, Kempes bergabung dengan Pelita Jaya pada 1996 dan menjadi salah satu nama terbesar yang pernah merumput di kompetisi Indonesia.

2. Pedro Pasculli (Argentina)

Piala Dunia: 1986
Klub di Indonesia: Pelita Jaya

Pasculli merupakan anggota skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia FIFA 1986 di Meksiko. Penyerang tersebut bahkan mencetak gol kemenangan atas Uruguay pada babak 16 besar. Setelah berkarier di Argentina, Italia, dan Jepang, ia mengakhiri perjalanan bermainnya bersama Pelita Jaya pada 1996.

3. Roger Milla (Kamerun)

Piala Dunia: 1982, 1990, 1994
Klub di Indonesia: Pelita Jaya, Putra Samarinda

Roger Milla merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Ia membantu Kamerun mencapai perempat final Piala Dunia 1990 dan mencetak empat gol pada usia 38 tahun. 

Roger Milla
Roger Milla

Empat tahun kemudian, ia kembali mencetak gol di Piala Dunia FIFA 1994 saat berusia 42 tahun. Setelah petualangan terakhirnya di panggung dunia, Milla bermain untuk Pelita Jaya sebelum melanjutkan kariernya di Putra Samarinda.

4. Ernest Ebongue (Kamerun)

Piala Dunia: 1982
Klub di Indonesia: Persma Manado, Pupuk Kaltim

Ebongue tampil dalam seluruh pertandingan Kamerun pada Piala Dunia 1982, edisi pertama negara tersebut di putaran final. Setelah berkarier di Eropa, ia datang ke Indonesia pada pertengahan 1990-an dan memperkuat Persma Manado serta Pupuk Kaltim.

5. Bertin Ebwelle (Kamerun)

Piala Dunia: 1990
Klub di Indonesia: Putra Samarinda

Ebwelle menjadi bagian dari skuad Kamerun yang menciptakan kejutan besar dengan menembus perempat final Piala Dunia 1990. Penyerang yang dijuluki “The Missile” itu kemudian melanjutkan kariernya di Indonesia bersama Persisam Putra Samarinda pada pertengahan 1990-an.

 

6. Jules Onana (Kamerun)

Piala Dunia: 1990
Klub di Indonesia: Persma Manado, Persis Solo, Pelita Krakatau Steel

Onana merupakan bagian dari generasi emas Kamerun di Piala Dunia 1990. Setelah bermain di Prancis dan Kamerun, ia berkarier cukup lama di Indonesia dengan membela Persma Manado, Persis Solo, dan Pelita Krakatau Steel sebelum pensiun.

7. Emmanuel Maboang (Kamerun)

Piala Dunia: 1990, 1994
Klub di Indonesia: Pelita Jaya

Maboang tampil pada dua edisi Piala Dunia bersama Kamerun. Gelandang serang tersebut kemudian memperkuat Pelita Jaya pada akhir 1990-an dan menjadi salah satu pemain Afrika berpengalaman yang menghiasi kompetisi Indonesia.

8. Jean-Pierre Fiala (Kamerun)

Piala Dunia: 1994
Klub di Indonesia: Persma Manado, Persija Jakarta

Fiala tampil untuk Kamerun pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Setelah itu, bek tengah tersebut melanjutkan kariernya di Indonesia bersama Persma Manado sebelum memperkuat Persija Jakarta.

9. Pierre Njanka (Kamerun)

Piala Dunia: 1998, 2002
Klub di Indonesia: Persija Jakarta, Arema Indonesia, Mitra Kukar, Persisam Putra Samarinda

Njanka tampil pada dua edisi Piala Dunia dan mencetak gol untuk Kamerun saat menghadapi Austria pada Piala Dunia FIFA 1998. Setelah datang ke Indonesia, ia  membawa Arema Indonesia menjuarai Indonesia Super League 2009–10. Bek tangguh tersebut kemudian melanjutkan kariernya di Persija Jakarta, Mitra Kukar, dan Persisam Putra Samarinda.

Pierre Njanka
Pierre Njanka

10. Eric Djemba-Djemba (Kamerun)

Piala Dunia: 2002
Klub di Indonesia: Persebaya Surabaya (Indonesia Super League)

Mantan gelandang Manchester United ini masuk skuad Kamerun pada Piala Dunia 2002. Pada 2015, Djemba-Djemba bergabung dengan Persebaya ISL, klub yang kini dikenal sebagai Bhayangkara FC.

 

11. Nastja Ceh (Slovenia)

Piala Dunia: 2002
Klub di Indonesia: PSMS Medan

Ceh tampil pada Piala Dunia 2002, turnamen pertama Slovenia di putaran final. Setelah berkarier di sejumlah liga Eropa, gelandang tersebut sempat memperkuat PSMS Medan.

12. Michael Essien (Ghana)

Piala Dunia: 2006, 2014
Klub di Indonesia: Persib Bandung

Kedatangan Essien ke Persib Bandung pada 2017 menjadi salah satu perekrutan terbesar dalam sejarah sepakbola Indonesia. Mantan bintang Chelsea dan Real Madrid itu direkrut sebagai pemain marquee dan langsung menyedot perhatian dunia. Pada musim yang sama, Persib mendatangkan mantan striker tim nasional Inggris, Carlton Cole. Sebelumnya, Essien tampil bersama Ghana pada Piala Dunia 2006 dan 2014 sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki The Black Stars.

Michael Essien Persibcoid
Michael Essien Persibcoid

13. Ivan Bosnjak (Kroasia)

Piala Dunia: 2006
Klub di Indonesia: Persija Jakarta

Bosnjak merupakan anggota skuad Kroasia pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Meski lebih banyak berperan sebagai pelapis di turnamen tersebut, ia tetap menjadi bagian dari generasi Kroasia yang tampil di panggung dunia. Di penghujung kariernya, penyerang itu sempat memperkuat Persija Jakarta pada musim 2014.

14. Didier Zokora (Pantai Gading)

Piala Dunia: 2006, 2010, 2014
Klub di Indonesia: Semen Padang

Zokora tampil dalam tiga edisi Piala Dunia bersama Pantai Gading dan menjadi salah satu pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional negaranya. Mantan gelandang Tottenham Hotspur dan Sevilla itu merupakan bagian dari generasi emas Les Elephants yang membawa Pantai Gading rutin tampil di putaran final Piala Dunia. Pada 2017, Zokora meramaikan Liga 1 bersama Semen Padang.

15. Shane Smeltz (Selandia Baru)

Piala Dunia: 2010
Klub di Indonesia: Borneo FC

Smeltz merupakan salah satu tokoh penting All Whites pada Piala Dunia 2010. Namanya dikenang karena mencetak gol ke gawang juara bertahan Italia dalam hasil imbang 1-1 yang bersejarah bagi Selandia Baru. Setelah menjalani karier panjang di Australia dan Asia, ia sempat bermain untuk Borneo FC pada 2017.

 

16. Peter Odemwingie (Nigeria)

Piala Dunia: 2010, 2014
Klub di Indonesia: Madura United

Odemwingie tampil pada dua edisi Piala Dunia bersama Nigeria dan mencetak gol kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina pada Piala Dunia 2014. Setelah berkarier di Inggris bersama West Bromwich Albion dan Stoke City, ia melanjutkan petualangannya ke Indonesia. Bersama Madura United, Odemwingie tampil impresif dengan mencetak 15 gol dari 23 pertandingan Liga 1.

17. Marcel Mahouve (Kamerun)

Piala Dunia: 1998
Klub di Indonesia: Putra Samarinda, Persita Tangerang

Mahouve memiliki kisah unik karena lebih dahulu dikenal publik Indonesia sebelum tampil di Piala Dunia. Gelandang Kamerun itu memperkuat Putra Samarinda sebelum masuk skuad negaranya untuk Piala Dunia 1998 di Prancis. Setelah tampil di panggung sepakbola terbesar dunia, Mahouve kembali ke Indonesia dan melanjutkan kariernya bersama Persita Tangerang.

18. Gervane Kastaneer (Curacao)

Piala Dunia: 2026
Klub di Indonesia: Persib Bandung, Persis Solo

Kastaneer merupakan bagian dari skuad Persib Bandung yang menjuarai Liga 1 2024–25 sebelum melanjutkan karier ke Persis Solo. Bersama Curacao, ia mencatat sejarah dengan tampil pada Piala Dunia 2026, turnamen pertama negaranya di panggung dunia.

Dalam laga perdana Curacao melawan Jerman, Kastaneer masuk dari bangku cadangan pada menit ke-81. Curacao harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 7-1, namun pertandingan tersebut tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola negara Karibia tersebut.

Menariknya, Kastaneer datang ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan status pemain Terengganu FC. Ia juga menjadi satu dari tiga wakil Malaysia Super League di turnamen tersebut bersama duo Selangor FC, Mohammad Abualnadi dan Noor Al-Rawabdeh, yang membela Yordania.

Frans Putros (Foto: Instagram/@fransputros)
Frans Putros (Foto: Instagram/@fransputros)

19. Frans Putros (Irak)

Piala Dunia: 2026
Klub di Indonesia: Persib Bandung

Frans Putros mencatat sejarah sebagai pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di Piala Dunia 2026. Bek serbabisa Persib Bandung itu membawa pengalaman penting ke skuad Irak yang kembali ke putaran final setelah penantian panjang sejak 1986.

Irak memulai kiprah di turnamen ini dengan menghadapi Norwegia di Boston. Kehadiran Putros menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia karena untuk pertama kalinya kompetisi domestik punya wakil aktif di Piala Dunia.

Rekan setim Layvin Kurzawa di Persib Bandung itu juga menyoroti dukungan yang ia terima selama membela Persib. Dalam wawancara bersama ILeague, ia mengungkapkan: “Banyak sekali, ya, saya merasakannya (dukungan). Saya sangat berterima kasih kepada Bobotoh (pendukung Persib Bandung). Menerima begitu banyak pesan membuat momen itu terasa sangat istimewa. Jadi, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih,” katanya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement