JAKARTA - Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memasukkan nama Muhammad Ferarri ke dalam daftar pemain untuk laga kontra Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 sempat memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Menanggapi permasalahan tersebut, juru taktik asal Inggris itu akhirnya membeberkan argumen di balik keputusannya.
Ferarri menjadi salah satu dari 23 pemain yang dipanggil Herdman untuk memperkuat Skuad Garuda dalam dua laga FIFA Matchday Juni 2026. Pemanggilan bek Bhayangkara Presisi Lampung itu menuai perdebatan karena menit bermainnya terbilang terbatas sepanjang musim 2025-2026.
Pada kompetisi Super League 2025-2026, Ferarri hanya tampil dalam 14 pertandingan dengan total 783 menit bermain. Kondisi tersebut tidak lepas dari cedera Medial Collateral Ligament (MCL) grade dua yang sempat dialaminya pada awal tahun.
Setelah pulih dari cedera, Ferarri baru kembali merumput dalam dua pertandingan terakhir Bhayangkara Presisi Lampung musim lalu. Eks pemain Persija Jakarta itu tampil saat menghadapi Bali United dan PSBS Biak.
Situasi itu membuat sebagian publik mempertanyakan alasan pemanggilannya ke Timnas Indonesia. Apalagi, ada sejumlah pemain lain yang dinilai tampil konsisten sepanjang musim, seperti Ricky Kambuaya dan Marc Klok, tetapi tidak masuk dalam daftar skuad.
Herdman menegaskan bahwa proses pemilihan pemain tidak hanya didasarkan pada performa dalam beberapa pertandingan terakhir. Menurutnya, tim pelatih melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap profil dan perjalanan karier setiap pemain.
"Maksud saya, Ferarri bermain di posisi yang sangat berbeda dengan Kambuaya dan Klok, itu sudah pasti. Tapi, kami sangat teliti dengan pemilihan kami," ujar Herdman dalam konferensi pers menjelang laga kontra Oman, dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Pelatih asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa staf pelatih menilai kebutuhan tim berdasarkan karakteristik pemain yang dibutuhkan di setiap posisi. Faktor fisik, teknis, serta potensi perkembangan menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
"Kami tidak hanya melihat tiga laga terakhir atau tiga bulan terakhir; kami melihat riwayat pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian kami melihat profil kami. Kami sangat jelas mengenai profil bek tengah atau bek sayap yang kami butuhkan, lalu kami harus memproyeksikan pemain mana yang memiliki kapasitas fisik dan teknis tertentu," jelas Herdman.
Herdman menilai Ferarri merupakan pemain yang memiliki prospek besar untuk berkembang lebih jauh. Oleh karena itu, dia ingin melihat langsung kemampuannya dalam lingkungan tim nasional yang dihuni banyak pemain berkualitas.
"Jika kami bekerja dengan mereka dan menempatkan mereka di sekitar pemain top seperti Kevin, bisakah mereka mencapai potensi tertinggi? Ferrari adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi," tutur mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Lebih lanjut, Herdman mengaku sudah memantau perkembangan Ferarri sejak masih ditangani Shin Tae-yong. Menurutnya, sebelum mengalami cedera, pemain berusia muda itu menunjukkan grafik performa yang menjanjikan.
"Penampilannya bersama Shin Tae-yong, kami merasa sebelum cederanya, kami bisa melihat pemain yang berada pada lintasan yang sangat positif. Dan kemudian dia harus membuktikan haknya," sambung Herdman.
Herdman juga mengungkapkan bahwa pemusatan latihan pada Mei lalu menjadi ajang pembuktian bagi para pemain yang ingin masuk skuad FIFA Matchday Juni 2026. Dari hasil pemantauan tersebut, Ferarri dinilai berhasil menunjukkan kualitas yang dibutuhkan tim.
"Jadi kami mengadakan kamp latihan bulan Mei, kami memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan hak mereka agar bisa berada di sini pada bulan Juni, dan Ferarri membuktikan haknya," imbuhnya.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026. Dua laga tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 5 dan 9 Juni 2026.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.