Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tandukan Zinedine Zidane ke Marco Materazzi di Final Piala Dunia 2006

Dian AF , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |06:10 WIB
Kisah Tandukan Zinedine Zidane ke Marco Materazzi di Final Piala Dunia 2006
Tandukan Zidane ke Materazzi di Piala Dunia (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

ADA momen-momen kontroversial di ajang sepak bola, tak terkecuali turnamen sebesar Piala Dunia. Ya, tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 adalah salah satunya. 

Insiden menggemparkan itu terjadi di Olympiastadion, Berlin, pada 9 Juli 2006. Italia berhadapan dengan Prancis dalam perebutan trofi Piala Dunia. Kedua tim tampil imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu. Namun di tengah babak tambahan, sekitar menit ke 108, terjadi sesuatu yang mengubah segalanya. 

Zinedine Zidane

1. Satu Gerakan yang Mengguncang Dunia 

Zidane, yang semula berlari kembali ke posisinya, tiba-tiba menoleh ke arah Marco Materazzi. Ia menghentikan langkahnya, menghadap bek Italia itu, lalu menghantam dada Materazzi dengan kepala secara keras. 

Wasit tak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah. Zidane sang pemain terbaik turnamen itu terpaksa meninggalkan lapangan di pertandingan terakhir kariernya. 

Prancis kalah dalam drama adu penalti. Italia menang 5-3 lewat adu penalti dengan skor 1-1 di waktu normal. 

2. Kata-kata yang Menyulut Api

Selama bertahun-tahun, publik bertanya-tanya: apa yang sebenarnya diucapkan Materazzi? Berbagai rumor beredar, termasuk tuduhan bahwa ia menghina ibu Zidane.

Materazzi membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan ibunya meninggal saat dirinya masih berusia 15 tahun, dan ia tidak akan pernah menghina ibu siapapun. Yang ia bicarakan adalah saudara perempuan Zidane, bukan ibunya. 

Materazzi menjelaskan duduk perkaranya: Zidane menawarkan kostumnya, dan Materazzi menjawab bahwa ia lebih menginginkan saudara perempuan Zidane. Tandukan itulah jawaban Zidane. 

Materazzi sendiri mengaku tidak menduga tandukan itu akan datang. Menurutnya, itulah yang justru menyelamatkan dirinya,  karena jika ia menduganya lebih cepat, keduanya bisa berakhir di ruang ganti lebih cepat.

 

3. Dua Puluh Tahun Tak Pernah Bertegur Sapa

Yang membuat kisah ini makin miris adalah epilognya. Hampir 20 tahun setelah momen itu, Zidane dan Materazzi tidak pernah berbicara satu sama lain. Materazzi mengaku tidak menyesal soal itu. 

Zidane Materazzi

Bagi Materazzi, dalam sepak bola selama 90 menit seorang pemain bisa melakukan segalanya demi memberi timnya kesempatan menang, dan begitu wasit meniup peluit akhir, semuanya selesai.

Meski begitu, ia mengaku sangat menghormati Zidane, baik sebagai pemain maupun pelatih dan menganggapnya seorang legenda sejati. 

Zidane sendiri pernah menyatakan bahwa ia tidak bangga atas perbuatannya itu, meski tak pernah menyesal apa yang telah dilakukannya. Sebuah akhir karier yang tragis sekaligus ikonik, usai kejadian itu Zidane resmi keluar dari Timnas Prancis.

(Dian AF)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement