Shayne juga mengakui film dokumenter ini mempunyai kesan mendalam untuknya. Pemain berusia 27 tahun itu senang karena The Longest Wait tidak hanya menangkap emosi di dalam lapangan, tetapi menceritakan secara jelas bagaimana perjuangan para pemain di luar lapangan.
Pada akhirnya, film dokumenter ini adalah penggambaran perjuangan meraih mimpi. Meski belum tercapai, Shayne mengatakan The Longest Wait bisa menjadi pelajaran berharga untuk tantangan selanjutnya.
"Ya, seperti yang saya katakan, ini berarti lebih dari sekadar sepak bola. Ini tentang negara Anda, tempat di mana ayah dan keluarga saya lahir. Bisa mencapai Piala Dunia bukan hanya sesuatu yang Anda impikan sebagai pemain sepak bola, tetapi Anda juga mewakili seluruh negara," sambung Shayne.
"Dan ya, seperti yang Anda lihat, itu sangat emosional. Kami melewati masa-masa indah, pertandingan yang bagus saat kami menang, tetapi Anda juga melihat pertandingan di mana kami kalah dan kami semua merasa emosional," lanjut Shayne Pattynama.
"Semuanya akan Anda lihat, jadi bukan hanya saat kami bertanding, Anda akan melihat segalanya," tukas mantan pemain Viking FK itu.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.