"Pemain dibentuk sejak usia 9, 12, 15 tahun. Lalu disempurnakan setelahnya," ujar Souto.
Souto menjelaskan bahwa pola pembinaan terstruktur seperti itu sudah menjadi standar di negara-negara maju, khususnya di Eropa. Ia mengungkapkan ada empat faktor kunci yang membuat olahraga futsal di benua biru bisa sangat dominan.
Keempat faktor tersebut adalah: kompetisi yang terstruktur berdasarkan kelompok usia, pemantauan berkelanjutan terhadap pemain lokal, sistem deteksi talenta yang lebih baik, serta transisi alami menuju level elit.
Pada akhirnya, Souto tetap optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus level tertinggi dunia di cabang futsal. Ia sangat berharap sistem deteksi talenta yang sedang diaktifkan melalui AFP ini dapat terus berlanjut secara konsisten.
"Indonesia memiliki potensi besar. Tetapi potensi tanpa struktur telah terbuang selama puluhan tahun," sambung Souto.
"Saatnya benar-benar mengaktifkan sistem AFP. Bukan hanya untuk hari ini. Untuk 10 tahun ke depan," imbuhnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.