
Tak butuh waktu lama, pemain-pemain Senegal kembali dari ruang ganti dan memulai pertandingan. Beruntung, penalti Brahim Diaz diamankan kiper Edouard Mendy. Skor akhir 0-0 dan memaksa laga dilanjutkan ke waktu tambahan.
Di babak inilah, takdir memihak kepada Senegal. Pape Gueye mencetak gol tunggal di menit ke-94. Mereka menjadi juara! Gelandang Mamadou Camara mengisahkan seperti apa suasana ruang ganti.
"Kami berada di ruang ganti. Dia satu-satunya yang datang sambil berteriak, menyuruh kami keluar dan menyelesaikan pertandingan. Dan pada akhirnya, dia benar," kata Camara, dikutip dari Associated Press, Senin (19/1/2026).
"Kami keluar. Kami mendengarkannya, karena jika Sadio berbicara, semua orang mendengarkan. Kami mendengarkannya dan pada akhirnya semuanya berjalan baik untuk kami,” tandasnya.
Ini menjadi gelar kedua Timnas Senegal setelah meraihnya pertama kali pada Piala Afrika 2021. Sedangkan, Timnas Maroko harus memperpanjang puasa gelar yang terakhir kali dimenangi pada 1976.
(Wikanto Arungbudoyo)