KISAH penyerang Timnas Indonesia Jhonny van Beukering, kerja jadi satpam di kelab malam hingga bangkit berkarier sebagai pelatih di klub amatir akan diulas Okezone. Jhonny van Beukering sempat membela sejumlah klub Eredivisie seperti Vitesse Arnhem, PEC Zwolle, De Graafschap, NEC Nijmegen dan Feyenoord Rotterdam.
Total dari 124 penampilan di Eredivisie, Jhonny van Beukering mengemas 34 gol dan 15 assist. Performa apik di atas membuat PSSI Kepincut menaturalisasi Jhonny van Beukering yang ternyata memiliki darah Indonesia.
Di usia 28 tahun atau pada 10 Oktober 2011, Jhonny van Beukering resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Saat memegang paspor Indonesia, Jhonny van Beukering berstatus pemain Pelita Jaya yang didatangkan dari Feyenoord Rotterdam pada Januari 2011.
Sayangnya, penampilan fisik Jhonny van Beukering tidak proporsional saat itu. Jhonny van Beukering tidak seperti pesepakbola pada umumnya yang memiliki badan atletis. Jhonny van Beukering muncul sebagai pesepakbola tambun yang kesulitan berlari.
Akibatnya, karier Jhonny van Beukering bersama Timnas Indonesia tidak panjang. Tercatat, Jhonny van Beukering hanya bermain dua kali bersama skuad Garuda.
Pada 2019, Jhonny van Beukering pensiun sebagai pemain. Setelah itu, kehidupan Jhonny van Beukering sempat tidak menentu. Di saat bersamaan, ada keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya. Mengutip dari media Belanda AD, Jhonny van Beukering rela bekerja sebagai satpam di kelab malam.
“Ini adalah kelab terindah yang pernah saya singgahi sebagai pekerja,” kata Jhonny van Beukering, Okezone mengutip dari AD pada 2022.
“Keluarga saya dan saya harus hidup dengan uang 50 euro (setara Rp980.000) per minggu,” lanjut Jhonny van Beukering.
Namun, sejak awal 2025, Jhonny van Beukering kembali ke dunia sepakbola. Ia bekerja sebagai pelatih salah satu klub amatir Belanda, Veluwezoom.
Di akun Instagram-nya, @jhonny29983, Jhonny van Beukering sering membagikan momen latihan anak-anak asuhanya. Karena itu, harapannya Jhonny van Beukering bisa muncul sebagai pelatih jempolan yang nantinya dapat memajukan persepakbolaan Indonesia.
(Ramdani Bur)