MENJELANG perkenalan resminya pada Senin 12 Januari 2026 mendatang, teka-teki mengenai siapa yang akan mendampingi John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia mulai terkuak. Pelatih asal Inggris itu disinyalir hanya akan memboyong dua hingga tiga asisten dari luar negeri, sehingga PSSI bersiap menyodorkan talenta lokal untuk mengisi sisa pos yang ada.
Langkah ini diambil guna memastikan adanya transfer ilmu sekaligus menjaga kesinambungan kultur sepak bola Tanah Air di dalam tim. Berdasarkan keterangan Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, Herdman akan mengkaji nama-nama yang diajukan federasi sebelum memutuskan siapa yang dianggap paling cocok dengan visi bermainnya.
PSSI cenderung mengutamakan sosok yang sudah mengenal seluk-beluk lingkungan kepelatihan nasional. Nama Nova Arianto menjadi salah satu kandidat paling menonjol.
Meski saat ini dipercaya menahkodai Timnas Indonesia U-20, rekam jejaknya sebagai tangan kanan Shin Tae-yong selama periode 2020-2024 menjadikannya sosok paling berpengalaman dalam menjembatani transisi ke pelatih asing.
Selain Nova, muncul nama Kurniawan Dwi Yulianto yang memiliki rapor mentereng di level internasional. Kurniawan bukan orang baru dalam staf kepelatihan Garuda, ia adalah sosok di balik layar saat Timnas Indonesia U-22 meraih emas SEA Games 2023.
Pengalamannya sebagai asisten di klub Italia, Como 1907, serta pelatih kepala Sabah FC, menjadikannya opsi yang sangat berkelas untuk mendampingi eks pelatih timnas Kanada tersebut.
Kandidat ketiga yang santer dibicarakan adalah Zulkifli Syukur. Mantan kapten tim nasional ini mulai menapaki karier kepelatihan yang solid di lingkungan PSSI, mulai dari mendampingi Gerald Vanenburg di tim U-23 hingga menjadi asisten Indra Sjafri pada SEA Games 2025 lalu.
Zulkifli dinilai sebagai sosok potensial yang bisa mengikuti jejak sukses Nova Arianto dalam meniti karier dari level asisten menuju kursi pelatih kepala. Jadi, tak hanya Nova saja, asisten pelatih era Shin Tae-yong yang berpotensi masuk dalam tim kepelatihan Herdman.
Nantinya, setelah Herdman mendarat di Jakarta pada Minggu 11 Januari 2026, ia akan langsung dihadapkan pada daftar nama tersebut. Federasi berharap kolaborasi antara pelatih berpengalaman dunia seperti Herdman dengan asisten lokal yang visioner dapat membentuk fondasi kuat bagi Skuad Garuda menuju target Piala Dunia 2030.
(Rivan Nasri Rachman)