Rivera seolah enggan mengakui kehebatan Sananta. Dia menyebut gol pertama Sananta yang dicetak dari titik putih merupakan buah dari kesalahan anak asuhnya.
“Kami membuat beberapa kesalahan karena kami melakukan tekel (kepada Sandy Walsh) sampai berujung penalti. Itu adalah kesalahan yang tidak biasa kami lakukan,” ujar Rivera.
Namun secara keseluruhan, Rivera cukup puas dengan permainan anak asuhnya. Apresiasi setinggi langit pun dilontarkan Rivera kepada anak asuhnya yang sudah berjuang keras memberi perlawanan kepada Timnas Indonesia.
“Ya, tentu saja saya puas dengan para pemain saya. Ketika para pemain saya memberikan segalanya di lapangan, saya selalu puas dan bangga pada mereka,” ucap Rivera.

“Jika para pemain tidak mencoba dan tidak berlari dan tidak melawan, jika ini terjadi, untung bagi saya hal itu tidak pernah terjadi, saya tidak akan puas,” sambung arsitek berusia 46 tahun itu.
“Namun kali ini kami berjuang, kami berlari, kami mencoba. Saya sangat, sangat bangga dan puas dengan tim kami,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.