Pada putaran pertama lalu, Persebaya yang bertindak sebagai tim tamu memang berhasil mengalahkan Arema FC 2 - 3 di kandang mereka Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Namun pasca pertandingan kericuhan terjadi, diawali dari masuknya beberapa suporter ke dalam lapangan sehingga membuat kondisi tak terkendali.
Selanjutnya, tindakan kepolisian yang menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan suporter berbuntut panjang. Suporter yang di tribun terpaksa berdesakan karena panik menghindari semprotan gas air mata, hingga mengakibatkan 135 orang nyawa melayang, dan setidaknya tak kurang 600 orang terluka.

Jadi, tidak heran jika laga Persebaya vs Arema kesulitan mendapatkan izin dan pada akhirnya ditunda. Penundaan itu disampaikan lewat tiga poin yang menjadi rujukan antara lain, surat Persebaya Surabaya nomor : 169/PT.PI-II/2023 perihal Permohonan Penundaan Pertandingan tanggal 28 Februari 2023. Kedua adanya surat dari Polda Jawa Timur nomor : B/2370/II/YAN.2.1/2023/Ditintelkam perihal Permohonan Perubahan Jadwal & Lokasi Pertandingan Liga 1-2022/2023 tanggal 28 Februari 2023
Lalu terakhir dari Surat PSSI nomor : 709/AGB/96/II-2023 perihal Re: Permohonan Pemakaian Stadion GBT tanggal pada 27 Februari 2023.
(Rivan Nasri Rachman)