Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Diwarnai Berbagai Kontroversi, Qatar Dinilai Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |04:01 WIB
Meski Diwarnai Berbagai Kontroversi, Qatar Dinilai Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022
Melihat seberapa sukses Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

PIALA Dunia 2022 saat ini masih bergulir, namun menarik tentunya melihat seberapa baik Qatar sebagai tuan rumah menggelar turnamen sepakbola empat tahunan tersebut. Berdasarkan penilaian pengamat sepakbola, Gita Suwondo, Qatar sejatinya sukses menggelar Piala Dunia edisi ke-22 tersebut.

Pasalnya Gita Suwondo melihat hal itu dari dua sisi, yakni kenyamanan para suporter yang hadir langsung ke Qatar untuk melihat tim jagoannya tampil di Piala Dunia 2022 serta 32 tim yang berpartisipasi di turnamen tersebut. Dari pengamatannya, Gita Suwondo menyimpulkan Qatar sudah sangat baik dalam menggelar Piala Dunia 2022.

Gita Suwondo pun sadar sejatinya ada banyak kontroversi yang ikut mewarnai Piala Dunia yang pertama kali digelar di Timur Tengah tersebut. Baik itu larangan-larangan berdasarkan keyakinan dan kebudayaan Qatar, sampai ada nuansa politik seperti halnya kampanye LGBTQ.

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar

Melihat berbagai permasalahan itu, Gita Suwondo tetap merasa hal tersebut tak menghambat Qatar untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik. Meski tak bisa datang langsung ke Qatar, Gita Suwondo mengaku mendapatkan banyak laporan dari rekan-rekannya yang nonton Piala Dunia 2022 secara langsung bahwa di sana tuan rumah benar-benar memanjankan para suporter.

Gita Suwondo menyebut Qatar menyiapkan berbagai penginapan dari yang paling mahal sampai yang termurah. Semua itu dinilai Gita Suwondo sebagai bentuk nyata Qatar siap menerima suporter dari berbagai latar belakang.

Lalu dari sisi negara-negara yang tampil di Piala Dunia 2022, Gita Suwondo tak melihat ada tim yang komplain terkait kenyamanan selama di Qatar. Mungkin ada beberapa negara yang kekeh ingin memakai ban kapten One Love, justru kecewa karena dilarang, namun selebihnya hal itu bukanlah masalah besar.

“Saya gak bisa bilang cacat secara keseluruhan kalau melihat dari berita-berita dan tayangan televisi dan dari laporan teman-teman karena saya juga ada di pandit DPI dan Jebret Media kan ada laporan langsung dari sana yang menunjukkan bahwa mereka menunjukkan niat yang sangat untuk menjamu tamu-tamu mereka,” ujar Gita Suwondo dalam program Spesical Dialogue Okezone, Senin (5/12/2022).

“Walaupun mereka ada larangan-larangan yang berdasarkan hukum mereka itu harusnya bisa dimengerti ya. Mereka bukan hanya menyediakan hotel-hotel bintang lima, bintang empat, mereka juga menyediakan tenda di gurun pasir. Itu merupakan gambaran kalau mereka siap untuk mencoba membuat tamu-tamu mereka nyaman selama pagelaran Piala Dunia ini,” tambahnya.

Piala Dunia 2022 Qatar

“Dari sisi kenegaraan peserta sendiri saya sih enggak melihat adanya komplain ya, kecuali ya itu tadi protes kenapa tidak bisa memakai ban kapten pelangi atau lain sebagainya. Tetapi itu kan lebih ke arah politik yang seharusnya tidak dilakukan,” lanjut Gita Suwondo.

Jadi, kesimpulan Gita Suwondo adalah Qatar sukses menjadi tuan rumah yang baik untuk Piala Dunia 2022. Namun, tidak dengan Timnas Qatar-nya lantaran langsung gugur di fase grup.

“Sejauh yang saya pikir Qatar menjalankan tugas mereka sebagai tuan rumah sukses kecuali di lapangan hijau, mereka prestasinya yang kurang sukses,” imbuh Gita Suwondo.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement