Share

7 Negara Peserta Piala Dunia 2022 yang Putuskan Batal Pakai Ban Kapten LGBT

Cita Zenitha, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 51 2714733 7-negara-peserta-piala-dunia-2022-yang-putuskan-batal-pakai-ban-kapten-lgbt-rSNQn5jFcN.JPG 7 negara batal mengenakan ban kapten LGBT di Piala Dunia 2022 (Foto: REUTERS)

ADA 7 negara peserta Piala Dunia 2022 yang putuskan batal pakai ban kapten LGBT. Sebagai negara muslim Qatar melarang keras adanya simbol-simbol LGBT pada Piala Dunia 2022.

Beberapa kapten Timnas ingin menggunakan ban pelangi bertuliskan “One Love” pada lengan mereka. Tujuannya untuk mengampanyekan keberpihakan mereka kepada kaum LGBT.

Timnas Inggris

Qatar sebagai tuan rumah yang mayoritas penduduknya beragama Islam sangat menentang kampanye tersebut. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pun mendukung tuan rumah dan mendesak sejumlah negara peserta Piala Dunia 2022 tersebut untuk mengurungkan niatnya.

Ada 7 negara peserta Piala Dunia 2022 yang akhirnya batal pakai ban kapten LGBT tersebut. Siapa saja mereka? Silakan simak pembahasan berikut ini.

Berikut 7 Negara Peserta Piala Dunia 2022 yang Putuskan Batal Pakai Ban Kapten LGBT

FIFA menekankan kapten Inggris, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman dan Denmark untuk tidak mengenakan ban bertuliskan “One Love” pada Piala Dunia 2022. Apabila ketahuan melanggar, FIFA tak segan-segan memberikan kartu kuning kepada timnas terkait.

Sebelumnya, Harry Kane bersikukuh bahwa kapten Timnas Inggris akan mengenakan ban pelangi. Tujuannya sebagai dukungan dan pesan anti-diskriminasi kepada komunitas LGBT.

Ketua eksekutif FA Mark Billingham mengatakan Inggris sedang mencari cara lain untuk menunjukkan nilai-nilainya. Inggris memahami bahwa mereka mungkin saja melakukan itu, tetapi mereka akan mendapatkan sanksi.

Melihat FIFA tidak main-main atas ancaman tersebut, ketujuh negara tersebut menegaskan tidak akan mengenakan ban kapten.

"Sebagai federasi nasional, kami tidak dapat menempatkan pemain kami dalam posisi di mana mereka dapat menghadapi sanksi olahraga termasuk kartu kuning, jadi kami telah meminta kapten untuk tidak mencoba mengenakan ban lengan dalam pertandingan Piala Dunia FIFA," demikian pernyataan FA beberapa jam sebelum pertandingan Inggris melawan Iran dimulai pada Senin 21 November 2022.

 Timnas Inggris

Langkah Inggris tersebut menuai kritikan pedas dari kelompok LGBT. Mereka tidak terima terhadap keputusan yang dilayangkan FIFA kepada ketujuh negara tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa hak dasar berbicara dan berekspresi dihancurkan oleh FIFA.

“Sangat mengecewakan bahwa @FIFAWorldCup dan @FIFAcom diam dan penarikan diri dari berarti kapten Eropa itu akan mendapatkan kartu kuning pada awal pertandingan karena mencoba menyoroti masalah hak asasi manusia,” ujar 3LionsPride, kelompok LGBT yang mendukung Timnas Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini