Share

Ketum The Jakmania Sebut Klub di Indonesia Harus Tunjukkan Sikap Tegas untuk Benahi Sistem PSSI

Cikal Bintang, MNC Portal · Senin 14 November 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 49 2707256 ketum-the-jakmania-sebut-klub-di-indonesia-harus-tunjukkan-sikap-tegas-untuk-benahi-sistem-pssi-VNdci69gmH.jpg Ketum The Jakamania sebut klub di Indonesia harus tegas agar sistem PSSI berubah (Foto: PSSI)

KETUA Umum (Ketum) The Jakmania, Diky Soemarno mengatakan tiap klub di Indonesia harus punya sikap tegas jika ingin benahi sistem di Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI). Sikap itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh tiap klub yang bertindak sebagai voters di rapat biasa yang akan diadakan oleh PSSI.

Diketahui sebelumnya, PSSI sudah mendapatkan persetujuan dari Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Namun sebelum itu, PSSI akan terlebih dahulu menggelar Kongres Biasa (KB) untuk memilih Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Tragedi Kanjuruhan

(Revolusi PSSI digaungkan oleh Aremania di Malang beberapa waktu lalu)

FIFA menginginkan KB digelar pada 14 Januari 2023, sementara KLB digelar satu bulan kemudian, yakni pada 16 Februari 2023. Rangkaian agenda besar ini nantinya akan menentukan siapa anggota Komite Eksekutif, Wakil Ketua Umum, hingga Ketua Umum PSSI yang baru.

Akan tetapi, Diky Soemarno mengatakan, pembenahan sistem menyeluruh harus dilakukan sebelum mencari pengurus baru. Ia pun menjelaskan, perwakilan suporter hanya bisa mendorong klubnya masing-masing untuk mempunyai sikap tegas terhadap perbaikan sistem di PSSI.

“Sudah saya bilang, bukan soal ketua umumnya, tapi keseluruhannya. Kalau ketua umumnya sudah benar, tapi yang di bawahnya tidak bisa bekerja ya percuma,” kata Diky Soemarno.

“Jadi ya, yang bisa kita (suporter) lakukan untuk mendorong klub (agar mencari pengurus kompeten) adalah bagaimana caranya klub mempunyai sikap tegas untuk memperbaiki sistemnya,” lanjutnya tegas.

Diky Soemarno mengajukan beberapa cara yang dirasa efektif agar hal itu terwujud. Ia mencontohkan, klub dan suporter harus mempunyai hubungan serta komunikasi yang baik. Andai hal itu berjalan lancar, maka tidak sulit untuk klub selaku voters untuk menyuarakan aspirasi suporter.

Tragedi Kanjuruhan

(Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022)

“Caranya? Mulai dari klub berkomunikasi dengan suporter, dari contohnya saat akan menggelar pertandingan, kemudian jadi lingkaran kecil yang membesar. Kalau semua terkalkulasi dengan baik bersama suporternya, saya yakin, mungkin kejadian di (stadion) Kanjuruhan tidak akan terjadi,” jelas Diky.

“Karena itu kita beresin dari akar rumput deh, misalnya dari klub dan suporter, nah itu yang kita dorong. Kalau di kepengurusan (PSSI), selama sistemnya belum berubah, saya abstain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini