JAKARTA – PSSI akhirnya memutuskan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Alasannya pun terkuak, yakni demi kebaikan sepakbola Indonesia.
Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, mengatakan keberlanjutan kompetisi di Indonesia menjadi harus segera dilakukan. Oleh karena itu, KLB harus dilakukan mau tidak mau.

"Kami berharap keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan. Kiranya dapat membantu diputarnya kembali kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," kata Mochamad Iriawan, dilansir dari laman Youtube PSSI TV, Sabtu (29/10/2022).
Iwan Bule -sapaan akrab Mochamad Iriawan- mengatakan sepakbola Indonesia tidak boleh mati suri. Pasalnya, geliat sepakbola sangat penting di Indonesia, khususnya untuk para elemen di dalamnya.
BACA JUGA: PSSI Percepat Penyelenggaraan KLB, FIFA Segera Diberi Tahu
"(Kompetisi) selama ini menjadi napas dan marwah sepakbola di Tanah Air," katanya.
Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sudah memberikan laporan atas investigasi tragedi Kanjuruhan kepada Presiden RI, Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Dalam laporan investigasi itu, ada rekomendasi TGIPF untuk PSSI yang akan diteruskan oleh pemerintah pusat.
Ada 12 poin dalam rekomendasi TGIPF terkait tragedi Kanjuruhan. Di antaranya, meminta pengurus PSSI mengundurkan diri atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Selain itu, pemerintah pusat pun diminta TGIPF tidak memberikan izin Liga 1 bergulir kembali jika rekomendasi tersebut tidak dijalankan oleh PSSI.
Selain itu, Persis Solo dan Persebaya Surabaya pun langsung bergerak dengan adanya rekomendasi itu. Kedua tim tersebut meminta PSSI segera menggelar KLB.
(Djanti Virantika)