Share

Penyebab Indonesia Bisa Lepas dari Sanksi FIFA meski Ada Insiden Tragis di Stadion Kanjuruhan

Ramdani Bur, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 49 2681606 penyebab-indonesia-bisa-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-ada-insiden-tragis-di-stadion-kanjuruhan-ModIjItXms.JPG Indonesia bisa lepas dari sanksi FIFA meski ada insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

PENYEBAB Indonesia bisa lepas dari sanksi FIFA imbas insiden di Stadion Kanjuruhan bakal dibahas dalam artikel ini. Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, mengatakan Indonesia bisa lepas dari ancaman hukuman FIFA jika Indonesia dalam hal ini pemerintah maupun PSSI bisa meyakinkan FIFA bahwa kejadian tragis seperti ini takkan terulang lagi.

Sekadar diketahui, sekira 125 orang meninggal dunia dalam insiden di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam WIB. Saat itu, suporter Arema FC banyak yang meninggal dunia karena terinjak-injak satu sama lain, tak lama setelah pihak keamanan menembakkan gas air mata di dalam stadion.

Stadion Kanjuruhan

(Penampakan pintu 13 Stadion Kanjuruhan)

Setelah kejadian itu, beredar kabar sederet ancaman yang mungkin diterima PSSI dari FIFA. Pada 1985, tragedi Heysel terjadi. Saat itu, suporter Liverpool menyerang pendukung Juventus, beberapa saat sebelum final Liga Champions 1984-1985 digulirkan di Stadion Heysel, Belgia.

Akibatnya, sebanyak 39 orang meninggal dunia. Karena itu, FIFA langsung memberikan sanksi tegas kepada FA atau PSSI-nya Inggris.

Saat itu, FIFA melarang klub-klub Inggris untuk tampil di seluruh kompetisi antarklub Eropa selama lima tahun. Jika acuannya kepada hukuman di atas, klub-klub Indonesia bisa saja dilarang tampil di seluruh kompetisi antarklub Asia selama lima tahun.

Namun, Akmal Marhali meyakini Indonesia masih bisa lepas dari sanksi FIFA. Hal itu terjadi jika Indonesia bisa meyakinkan FIFA bahwa kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

 

“Indonesia bisa lepas dari sanksi FIFA jika Indonesia bisa meyakinkan FIFA bahwa kejadian seperti ini tak terjadi lagi. Jika berkaca kepada insiden di Stadion Heysel, klub-klub Indonesia bisa dilarang tampil di kompetisi antarklub Asia selama lima tahun. Namun, balik lagi, jika Indonesia bisa meyakinkan FIFA, sanksi mungkin bisa dihindari,” kata Akmal Marhali kepada Okezone, Kamis (6/10/2022).

Stadion Kanjuruhan

(Tampak dari atas Stadion Kanjuruhan)

Setelah insiden di Stadion Kanjuruhan, langkah cepat dilakukan pemerintah Indonesia untuk melakukan pendekatan kepada FIFA. Kemarin, presiden Joko Widodo langsung menelefon langsung presiden, FIFA, Gianni Infantino.

Menteri BUMN yang sekaligus mantan presiden Inter Milan, Erick Thohir, pun sudah menemui Gianni Infantino. Pertemuan ini diyakini sebagai salah satu lobi supaya Indonesia terhindar dari hukuman FIFA, salah satunya potensi pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini