SELAIN kirimkan belasungkawa atas tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) Tran Quoc Tuan, mengharapkan agar Vietnam bisa mengambil pelajaran dari insiden tersebut. Seperti diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan saat ini menjadi perhatian dari seluruh lapisan sepak bola di dunia.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya 2-3. Beberapa suporter Arema FC yang kecewa memaksa masuk ke lapangan dan membuat keributan.
Aparat kepolisian yang berjaga di stadion pun kewalahan untuk memperbaiki suasana yang terjadi. Sayangnya, mereka menembakan gas air mata ke arah suporter yang berada di dalam lapangan, maupun di Tribun.
Bencana pun tidak terhindarkan setelah ribuan penonton yang berada di tribun berdesak-desakan untuk bisa keluar dari stadion. Hasilnya, 125 nyawa melayang dan juga ratusan korban luka-luka.
BACA JUGA:5 Penyebab Manchester United Dibantai Manchester City 3-6, Nomor 1 Buat Erik Ten Hag Marah
Tran Quoc Tuan pun mengungkapkan rasa belasungkawa atas insiden yang menimpa sepak bola Indonesia tersebut. Dirinya pun mengaku sedih karena banyaknya korban jiwa atas tragedi mencekam tersebut.
"Federasi Sepak Bola Vietnam sangat sedih mengetahui insiden malang yang terjadi di Indonesia. Federasi Sepak Bola Vietnam ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kehilangan yang menyakitkan bagi keluarga dan teman-teman para korban,” ujar Tran Quoc Tuan dilansir dari The Thao 247, Senin (3/10/2022).