Share

Ketum PSSI Bicara tentang Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Selatan Melalui Shin Tae-yong

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Senin 26 September 2022 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 51 2675380 ketum-pssi-bicara-tentang-perkuat-hubungan-bilateral-indonesia-korea-selatan-melalui-shin-tae-yong-p9fKe1UX6Q.jpg Shin Tae-yong disebut bisa menjadi jembatan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan (Foto: Twitter/PSSI)

KETUM PSSI bicara tentang perkuat hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan melalui Shin Tae-yong. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sosok pelatih Timnas Indonesia itu bisa menguatkan hubungan kedua negara melalui “Diplomasi Sepakbola”.

Hal itu sudah terlihat ketika Shin Tae-yong mendapat undangan khusus dari Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, untuk makan malam bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kala itu, Jokowi mengunjungi Korsel di bulan Juli 2022.

Shin Tae-yong dan Mochamad Iriawan

Selain para tokoh penting dan pejabat tinggi negara, jamuan makan itu juga dihadiri para pengusaha dari kedua negara. Shin Tae-yong disebut menjadi pihak yang menghubungkan kedua negara dalam pertemuan itu.

Menanggapi hal tersebut, Mochamad Iriawan mengakui, memang ada keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia lewat Shin Tae-yong, terutama dari segi komersialisasi budaya.

"Korea Selatan merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, sama seperti Indonesia. Hanya saja kekuatan budayanya tersebut dikemas sedemikian rupa, sehingga bisa dijual bahkan menjadi ikon global. Sedangkan Indonesia belum punya pakem khusus untuk mengomersialisasi kekayaan budayanya," tutur Iriawan dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, Pemerintah Indonesia bisa memanfaatkan Shin Tae-yong untuk meminta Korsel melatih Indonesia dalam mengomersialisasi budaya. Namun, tentunya dengan catatan tanpa melanggar norma.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga mengatakan, sebelumnya ada gerakan yang disebut 'Korean Wave'. Gerakan ini mampu menggerakan perekonomian Korsel secara signifikan. Gerakan ini awalnya dilakukan saat Korsel sedang menghadapi krisis global.

"Hubungan dekat kita dengan Korsel melalui STY ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Jadi melalui STY pun kita bisa belajar ke Korea Selatan bagaimana mematenkan produk budaya kita untuk lebih dikenal masyarakat hingga tingkat global," terangnya.

Iwan Bule mencontohkan berkembangnya industri musik Korsel di dunia, termasuk di Indonesia. Selain itu, banyak produk makanan, pakaian asal Korsel yang bermunculan di Indonesia. Bahkan, merambah juga ke industri film.

"Grup BTS sebenarnya menggerakan potensi ekonomi di Indonesia pula. Banyak UMKM lokal yang menjual pakaian, topi, dan pernak-pernik BTS. Lalu ada beberapa film Indonesia terinspirasi dari film asal Korea," sebutnya.

Menurut mantan Kapolda Jabar ini, melalui peran STY, Indonesia juga bisa memperkenalkan produk-produk Indonesia di Korsel secara masif.

Mochamad Iriawan

"Misal kita punya produk bola sepak di Tangerang. Lalu kita minta bintang-bintang Korea ini main sepakbola pake produk tersebut, maka nilai ekonomis produk ini akan semakin tinggi," jelasnya.

Atau bisa juga ke industri makanan, semisal produk-produk UMKM instan. Caranya, dengan meminta bantuan STY meluangkan waktu semenit dua menit untuk mencicipi produk tersebut.

"Imbasnya adalah berita ini akan sampai ke Korea dengan efektif dan masif," ujarnya.

Iriawan yakin, promosi budaya, termasuk produk Indonesia akan efektif dan masif melalui peran STY karena masyarakat Korsel pun selalu memantau pelatih kesayangan Indonesia ini.

"Shin Tae-yong adalah seorang pahlawan bagi bangsa Korea. Bahkan karena menjunjung tinggi adab dan budaya, warga Korea tak pernah melupakannya. Tak heran, media Korea juga selalu ada ketika STY beraksi melatih Timnas Indonesia di lapangan," kata Iwan Bule.

Tidak hanya itu, selama ini, STY pun dikenal sebagai satu-satunya pelatih Indonesia yang membintangi banyak iklan, khususnya produk dari negerinya, semisal mobil Hyundai yang kini pabriknya ada di Bekasi.

"Jangan lupa di Indonesia pun ada pabrik Samsung yang juga di Bekasi. Lalu pabrik LG di Tangerang dan Jaksel. Investasi Korea di Indonesia menjadi banyak seperti ini salah satu faktornya adalah kehadiran STY dan makin mem-booming-nya K-Pop dan drakor (drama Korea)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini