CIKARANG – Persis Solo akan melawan Bhayangkara FC pada pekan kelima Liga 1 2022-2023. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jumat 18 Agustus 2022, pukul 15.30 WIB.
Pertandingan ini pun bisa menjadi penentu nasib Jacksen Fereira Tiago selaku juru taktik Persis Solo. Tekanan kepada Jacksen meningkat seiring tren buruk Persis pada awal musim ini. Suporter Persis menuntut Jacksen bertanggung jawab atas performa buruk Laskar Sambernyawa.

Sebagaimana diketahui, Persis belum meraih satu poin pun di pada musim ini. Berstatus sebagai jawara Liga 2 musim lalu, Laskar Sambernyawa kalah empat kali beruntun.
Persis hanya bisa memasukkan empat gol dan kebobolan sembilan kali pada empat pekan pertama musim ini. Rentetan hasil negatif itu tentu saja memancing kritik dari para suporter Persis.
Tak jarang, Jacksen diminta untuk menanggalkan jabatan di Persis. Akan tetapi, Jacksen menanggapi berbagai tekanan itu dengan santai dan hanya akan berfokus pada persiapan timnya.
"Mengenai tagar out, saya rasa itu adalah konsekuensi dari perrubahan dunia. Dunia teknologi kita. Di Brasil, saat kita mengikuti kursus kepelatihan (terutama yang pro), yang pro kita punya cara menghadapi media, bagaimana finansial, dan lainnya, termasuk suporter," kata Jacksen dalam konferensi pers, Kamis (18/8/2022).
"Di situ, mereka sudah sampaikan,bahwa kami menghadapi dunia saat ini, kami tidak boleh emosional, menanggapi dengan marah atau apa pun. Sebab, bagaimanapun, itu adalah perkembangan dunia. Dulu, kita menghadapi suporter saat di lapangan saja, sekarang di rumah saat kamu bangun tidur, menyalakan hp, kita sudah saling berhadapan," sambungnya.
"Itu adalah perkembangan. Sebagai manusia, kita tidak boleh komplain, kita harus adaptasi dan hidup dengan baik. Kalau saya pribadi, kemarin sudah saya sampaikan kepada pemain, bahwa tidak ada manusia yang mau hidup dalam masa tekanan seperti saat ini. Tetapi, apa pun yang terjadi, itu adalah konsekuensi dari tanggung jawab saya sebagai pelatih," tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu mengatakan, tekanan yang dilakukan oleh sebagian suporter merupakan tantangan baginya. Kendati demikian, ia tidak menaruh perhatian lebih dan hanya fokus mengembangkan timnya.