“Seperti penggunaan telepon seluler kami batasi, selain itu juga menjaga disiplin mereka agar tetap beribadah bersama-sama, untuk non-muslim setiap hari Minggu kami beri kesempatan ke gereja, kami siapkan kendaraan,” kata Bima Sakti dikutip laman resmi PSSI, Minggu (7/8/2022).

Bima Sakti memang ingin para pemainnya disiplin dalam beribadah. Tidak hanya untuk muslim, tetapi juga non-muslim.
Eks gelandang Timnas Indonesia era 1990-an itu kemudian mencontohkan salah satu pemainnya yang beragama Hindu, I Komang Ananta. Tim pelatih menyediakan kendaraan agar I Komang bisa beribadah di pura.
“Contoh lain untuk Krisna, setiap Minggu kita antar dia naik mobil ke pura, terpenting adalah itu, ibadah mereka, kita juga edukasi pemain agar jangan cepat puas dan jangan sombong,” pungkas Bima Sakti.
(Hakiki Tertiari )