Share

5 Transfer Paling Aneh dalam Sejarah Liverpool, Nomor 1 Libatkan Pemain Penuh Kontroversi

Hakiki Tertiari , Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 45 2640419 5-transfer-paling-aneh-dalam-sejarah-liverpool-nomor-1-libatkan-pemain-penuh-kontroversi-113IqJLfWZ.JPG Berikut 5 transfer paling aneh dalam sejarah Liverpool (Foto: Reuters)

ADA 5 transfer paling aneh dalam sejarah Liverpool akan diulas dalam artikel ini. Ya, keputusan jual beli pemain dalam sebuah klub, sejatinya ditimbang melalui proses panjang lebih dulu. Baru ketika yakin, sebuah klub akan bijak dalam mengambil keputusan.

Akan tetapi, hal itu tak semua diterapkan dengan baik oleh setiap tim. Salah satunya raksasa Inggris, Liverpool. Tim dengan koleksi 19 gelar Liga Inggris itu, diketahui pernah melakukan transfer aneh dalam sepanjang sejarah.

Ya, bukan hanya keberhasilan yang ditorehkan Liverpool, kegagalan transfer juga pernah dialami oleh tim berjuluk The Reds tersebut. Lantas, siapa saja pemain yang masuk dalam list itu? Berikut 5 transfer paling aneh dalam sejarah Liverpool:

5. Alberto Aquilani

Alberto Aquilani

Di urutan kelima ada Alberto Aquilani. Ya, pemain 38 tahun yang sudah memutuskan gantung sepatu ini sempat menarik perhatian Liverpool. Hal itu terjadi pada 2009.

Ketika itu Alberto Aquilani merupakan wonderkid milik AS Roma. Namun, kemoncerannya bersama Giallorossi (julukan AS Roma) membuat Liverpool terpikat. Benar saja, The Reds merogoh kocek hingga 20 juta Euro (sekira Rp305 miliar, kurs saat ini) untuk mendatangkannya ke Anfield.

Alih-alih moncer di Inggris, Alberto Aquilani tak berkembang di Liverpool. Ia hanya main 28 kali dengan dua gol bersama The Reds. Pemain berpaspor Italia itu hanya bertahan 3 tahun dan dibuang ke Fiorentina pada 2012 dengan hanya 2 juta Euro (sekira Rp30 miliar, kurs saat ini) saja.

4. Charlie Adam

Charlie Adam

Kemudian, ada Charlie Adam, salah satu pembelian aneh dari Liverpool. Bagaimana tidak, Charlie Adam didatangkan pada 2011 dari Blackpool. Pemain berposisi gelandang serang ini sama sekali tak menunjukkan kualitas bermain yang baik bersama The Reds.

Dalam semusim ia bermain 37 kali di semua kompetisi bareng Liverpool. Akan tetapi, dirinya hanya mencetak dua gol dengan 10 assits saja. Bahkan, The Reds pun membuangnya satu tahun kemudian ke Stoke City.

3. Andy Carroll

Andy Carroll

Entah apa yang membuat The Reds terpikat dengan Andy Carroll. Ya, pembelian Andy Carroll dari Newcastle United ke Liverpool memang menuai pertanyaan besar publik Anfield.

Bagaimana tidak, Andy Carroll didatagkan pada 2011 dengan nilai fantastis mencapai 41 juta Euro (sekira Rp610 miliar, kurs saat ini) dari Newcastle United. Meski mampu memberikan trofi Piala Liga Inggris pada 2012, Andy Carroll dinilai tak berkembang bersama The Reds.

Ia pun hanya bertahan dua tahun. Kemudian, Andy Carroll dibuang ke West Ham dengan nilai 17 juta Euro (Rp259 miliar, kurs saat ini).

2. Steven Caulker

Steven Caulker

Di masa kepemimpinan awal Jurgen Klopp, Liverpool pernah mendatangkan Steven Caulker dari Queens Park Rangers (QPR) dengan status pemain pinjaman. Itu terjadi pada tahun 2016 silam.

Sekilas tidak ada yang aneh dari kedatangan Steven Caulker ke Anfield. Pasalnya, ia didatangkan dengan status pinjaman untuk menambal kekosongan di lini pertahanan Liverpool.

Akan tetapi, di debutnya, Steven Caulker bermain di luar posisinya. Ya, alih-alih jadi bek, Jurgen Klopp justru memasangnya jadi penyerang. Hal itu membuat pubik terkejut. Kemudian, Steven Caulker tak diperpanjang The Reds usai kembali ke QPR.

1. Mario Balotelli

Mario Balotelli

Di urutan pertama ada Mario Balotelli. Pemain berpaspor Italia ini sempat jadi omongan publik usai bergabung ke Liverpool dari AC Milan pada 2014 silam. Ya, saat itu Mario Balotelli kembali ke tanah Inggris, setelah sebelumnya bermain di Manchester City selama 3 tahun (2010-2013).

Alih-alih berkontribusi di Liverpool, pemain yang dikenal dengan kelakuakan kontroversialnya itu justru melempem di Inggris. Ketika bersama The Reds, Mario Balotelli tercatat hanya mencetak empat gol dari 28 pertandingan yang ia lakoni. Ia pun tak bisa memberi trofi kepada Liga Inggris. 

Catatan itu berbanding terbalik saat Mario Balotelli membela Manchester City. Di Etihad Stadium, ia berhasil mempersembahkan FA Cup pada 2011 dan Liga Inggris pada 2012.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini