Share

5 Alasan Shin Tae-yong Dicintai Oleh Masyarakat Indonesia, Nomor 1 Bentuk Karakter Pemain Timnas Indonesia

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Minggu 19 Juni 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 51 2614090 5-alasan-shin-tae-yong-dicintai-oleh-masyarakat-indonesia-nomor-1-bentuk-karakter-pemain-timnas-indonesia-dSgciAM0Jf.jpg 5 alasan Shin Tae-yong dicintai oleh Masyarakat Indonesia (Foto: AFC)

ADA 5 alasan Shin Tae-yong dicintai oleh masyarakat Indonesia, yang akan dibahas dalam artikel ini. Ya, kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia ternyata benar-benar membawa angin segar.

Bukan hanya bagi Timnas Indoensia, namun buat seluruh masyarakat Tanah Air. Bagaimana tidak, seluruh warga Indonesia sudah rindu melihat skuad Garruda tampil membanggakan.

Hal itu bagaikan mimpi yang terwujud. Salah satu bukti nyatanya adalah ketika Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Asia 2023, setelah 16 tahun absen di kancah tertinggi benua Asia itu.

Tentu hal itu sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Sebab demikian, di artikel ini akan diulas alasan mengapa Shin Tae-yong dicintai warga Indonesia. Apa saja itu? Berikut 5 alasan Shin Tae-yong dicintai oleh masyarakat Indonesia:

5. Respect Terhadap Lawan

Asnawi mangkualam

Meski Shin Tae-yong dikenal cukup keras kepada pemainnya, pelatih asal Korea Selatan itu juga memberi pelajaran dengan menaruh rasa respect terhadap lawan. Sebab, Shin Tae-yong meyakini, dengan hormat kepada lawan, maka akan timbul sportivitas di dalamnya.

Salah satu bukti nyatanya adalah ketika Asnawi Mangkualam melakukan ejekan kepada pemain Singapura, Faris Ramli, yang gagal mengeksekusi penalti. Kala itu Asnawi terkesan mengejek sang pemain.

Setelah mengetahui hal itu, Shin Tae-yong memanggil Asnawi. Ia pun meminta kepada Asnawai untuk tidak mengulangi hal tersebut lagi, sebab harus respect terhadap lawan.

4. Kerja Keras

Shin Tae-yong

Selain memiliki sifat yang keras, Shin Tae-yong juga terkenal akan kegigihannya. Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia menjelma menjadi tim yang luar biasa dalam urusan kerja keras.

Bahkan hal tersebut terlihat pada kualifikasi Piala Asia 2023 kali ini. Kerja kerasnya tampak nyata di setiap pertandingan. Terutama saat comeback lawan Kuwait, usai tertinggal satu gol, justru Timans Indonesia bisa menang 2-1.

Selain itu, skuad Garuda juga memperlihatkan kerja keras demi tiket putaran final Piala Asia 2023. Bukti nyatanya, mereka bisa menggilas Nepal 7-0 untuk mengamankan tiket ke Piala Asia 2023.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Tidak Umbar Janji

Shin Tae-yong

Setiap pelatih punya tipikal masing-masing saat melatih sebuah tim. Begitu pun dengan Shin Tae-yong, yang punya caranya sendiri.

Salah satu cara Shi Tae-yong adalah tidak umbar janji atau banyak omong. Sama halnya dengan Piala AFF 2020 lalu, di Kualifikasi Piala Asia 2023, Shin Tae-yong tak mau sesumbar lebih dulu ketimbang malu karena gagal lolos.

Namun, skuad Garuda justru bisa memperlihatkan cengkramannya. Melalui kerja keras, Marc Klok ddk lolos putaran final Piala Asia 2023.

2. Memiliki Empati Kepada Pemain

Shin Tae-yong

Shin Tae-yong merupakan pribadi yang sangat dekat dengan para pemainnya. Mulai dari Asnawi sampai dengan Pratama Arhan. Ia mengajarkan pemainnya untuk harus memiliki empati kepada lawan sebab itu bagian dari sepak bola.

Sebagai contoh kecil yang patut ditiru para pemain, Shin Tae-yong pernah memperban kaki Arhan yang cedera. Terlihat juga ketika Timnas Indonesia mengalahkan Singapura, beberapa pemain langsung mendekati dan menghibur para pemain Singapura.

1. Pribadi yang Disiplin

Shin Tae-yong

Kedatangan Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia benar-benar membawa perubahan. Ya, skuad Garuda jadi lebih disiplin baik ketika di lapangan, maupun di luar lapangan.

Hal tersebut digembleng Shin Tae-yong dengan beragam cara. Baginya, disiplin jadi kunci utama meraih kesuksesan. Bahkan, ia tidak segan untuk mengeluarkan pemain lantaran masalah kedisiplinan.

Hal yang paling diingat ketika Timnas Indonesia U-19 sedang melakukan TC di Jakarta. Terdapat dua pemain, Serdy Ephyfani dan Yudha Febrian dikeluarkan sebab melanggar masalah disiplin yang diterapkan oleh Shin Tae-yong.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini