Share

UEFA Bentuk Tim Investigasi Independen untuk Usut Kerusuhan di Final Liga Champions 2021-2022

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 261 2603190 uefa-bentuk-tim-investigasi-independen-untuk-usut-kerusuhan-di-final-liga-champions-2021-2022-usjrS09NX7.jpg UEFA bakal usut penyebab kerusuhan jelang final Liga Champions 2021-2022. (Foto: Laman resmi UEFA)

PARIS - Final Liga Champions 2021-2022 antara Liverpool vs Real Madrid memang telah berakhir pada Minggu 29 Mei 2022. Namun, UEFA masih memikirkan apa yang menjadi penyebab kerusuhan yang terjadi di luar stadion terkait tiket para penonton pendukung Liverpool.

Untuk mencari akar dari permasalahan itu, berdasarkan laman resmi UEFA. Rabu (1/6/2022), Federasi Sepakbola Eropa itu lantas membentuk tim investigasi independen. Tentunya tim tersebut diharapkan bisa menemukan apa penyebab kerusuhan yang membuat laga final yang dimenangkan Madrid 1-0 atas Liverpool itu sempat tertunda.

Liverpool vs Real Madrid

Ya, final Liga Champions 2021-2022 yang mempertemukan Liverpool dan Real Madrid sempat mengalami penundaan karena kerusahan tersebut. Setidaknya pertandingan final Liga Champions 2021-2022 itu sempat mengalami penundaan selama 36 menit.

Pasalnya, banyak para penggemar Liverpool yang memiliki tiket tapi tak bisa masuk ke dalam stadion. Hal itu karena ada banyak penonton yang justru membawa tiket palsu dan memaksa masuk serta berdiri di depan gerbang.

Untuk mencegah hal itu kembali terjadi, UEFA resmi membentuk tim investigasi independen. Barang bukti dari pihak terkait kemudian bakal dilaporkan kepada UEFA.

Untuk memastikan investigasi berjalan independen, UEFA menunjuk Dr. Tiago Brandao Rodrigues dari Portugal. Dia dipercaya dapat memberikan laporan yang adil.

Real Madrid juara Liga Champions 2021-2022

Kejadian yang terjadi di sekitar Stade de France memang cukup parah. Para fans Liverpool yang memegang tiket palsu menumpuk di pintu putar dan menghambat akses masuk.

Pihak UEFA kemudian memutuskan untuk menunda pertandingan. Pihak polisi yang berkoordinasi dengan UEFA pun langsung bertindak, gas air mata disemprotkan untuk mengurai massa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini