Share

Timnas Indonesia Hadapi Kroasia dan Yunani pada Maret 2022, Potensi Ranking FIFA Meroket Tajam

Cikal Bintang, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 51 2528468 timnas-indonesia-hadapi-kroasia-dan-yunani-pada-maret-2022-potensi-ranking-fifa-meroket-tajam-hpT82dS1mf.jpg Timnas Indonesia akan hadapi Yunani dan Kroasia pada Maret 2022. (Foto: Laman resmi Piala AFF 2020)

TIMNAS Indonesia bakal menghadapi Kroasia dan Yunani pada FIFA Matchday Maret 2022. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengonfirmasi sedang melakukan negosiasi dengan kedua federasi di atas.

"Nah untuk yang FIFA Matchday Maret (2022), kita lagi komunikasi dengan Kroasia dan Yunani," kata Yunus Nusi dalam pelepasan Timnas Indonesia yang juga dihadiri tim MNC Portal Indonesia, Kamis (6/1/2022).

Timnas Indonesia

Tentu hal tersebut kabar baik bagi Timnas Indonesia. Sebagaimana diketahui, kedua negara tersebut merupakan lawan yang cukup kuat dan langganan tampil di Piala Dunia.

Saat ini, Timnas Yunani bertengger di urutan ke-55 ranking FIFA. Sementara itu, Timnas Kroasia berada di posisi ke-15 ranking FIFA.

Yunani merupakan juara Piala Eropa 2004 setelah mengalahkan tuan rumah Portugal di partai puncak. Sementara Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018, meski akhirnya tumbang 2-4 dari Prancis.

BACA JUGA: Target Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia Terungkap, Alasannya Bikin Haru!

Jika Timnas Indonesia sanggup bermain imbang saja kontra kedua negara di atas, peringkat FIFA skuad Garuda berpotensi melonjak. Dengan begitu, Timnas Indonesia bisa menyaingi Vietnam dan Thailand yang saat ini berstatus sebagai tim Asia Tenggara dengan peringkat FIFA terbaik.

Sementara itu, untuk FIFA Matchday Januari 2022, Yunus Nusi memastikan sang lawan adalah Bangladesh. Nantinya, pertandingan itu akan digelar dua kali di Bali, mengingat Brunei Darussalam belum bisa dipastikan dan Tajikistan mengundurkan diri.

Timnas Indonesia

"Untuk (FIFA Matchday) Januari ini kita lagi komunikasi dengan Bangladesh, karena Bangladesh mau ke sini terus minta dua kali main," ucap Yunus Nusi.

"Jadi kalau dia (Bangladesh) minta dua kali main, Brunei Darussalam tidak jadi. Awalnya Tajikistan juga meminta kami bermain karena pernah bermain di sana, tapi tiba-tiba mengundurkan diri karena tidak punya pelatih," tutup mantan anggota Exco PSSI tersebut.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini