ANDA biasanya mendengar berita tentang para pesepakbola Indonesia yang mencoba peruntungan di luar negeri. Padahal, beberapa pelatih sepakbola Indoensia juga ada yang berkarier di luar negeri.
Mereka dipercaya menukangi tim luar negeri karena memiliki kualitas. Berikut lima pelatih sepakbola Indonesia yang menjajal kompetisi luar negeri.
5. Pudji Handoko

Nama Pudji Handoko mungkin lebih dikenal di Jawa Timur. Sebab, dia merupakan pelatih Gresik United di Liga 2 2018. Setelah diberhentikan karena hasil kurang baik, Pudji malah merapat ke Liga Timor Leste.
Dia dipercaya menahkodai Assalam FC yang berlaga di Liga Primer Timor Leste pada 2019. Meski begitu, Pudji bukanlah orang Indonesia satu-satunya yang pernah berkarier bersama klub tersebut. Assalam FC pernah merekrut eks kiper timnas Indonesia, Markus Horison.
4. Rudy Eka Priyambada

Rudy Eka Priyambada sudah malang-melintang di klub domestik. Sosok kelahiran Jakarta itu pernah melatih PS TIRA pada musim 2017-2018. Dia juga merupakan asisten pelatih dari Djadjang Nurjaman di Persebaya pada musim 2019-2020.
Namun, karier kepelatihan Rudy Eka di luar negeri sejatinya cukup mentereng. Pada 2012, dia dipercaya melatih klub Australia, Monbulk Rangers. Rudy bahkan pernah menjadi pelatih klub divisi 2 Liga Bahrain, Al Najma, saat kompetisi Indonesia vakum akibat skorsing FIFA.
3. Muhammad Yusup Prasetyo

Nama Muhammad Yusup Prasetyo masih terdengar asing di telinga penggemar sepak bola Tanah Air. Namun, sosok tersebut bisa dibilang sebagai pelatih muda berbakat dari Indonesia.
Bayangkan saja, di usianya yang masih 26 tahun, sosok yang sering dipanggil Coach Yoyo itu telah melatih tim kelompok umur klub China, Yunnan Lijiang FC. Saat itu, lisensi yang dimilikinya adalah lisensi B AFC.
Tak puas dengan lisensinya, sang pelatih mengambil lisensi A AFC pada 2018. Sayang, klub yang dilatihnya bubar pada tahun 2019 karena masalah finansial. Terbaru, mantan asisten Djadjang Nurdjaman itu mendapatkan tawaran melatih di Malaysia. Akan tetapi, hingga kini belum terdengar lagi kelanjutan kiprahnya.
2. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto merupakan pelatih lokal terbaru yang telah mencicipi sengitnya persaingan di negara lain. Performanya bersama Sabah FA di Malaysia sejatinya kurang begitu baik. Pada awal musim kepelatihannya, The Rhinos hanya menduduki peringkat 10 klasemen. Torehan itu hanya terpaut satu peringkat dari jurang degradasi.
Pada musim 2020-2021, Sabah FA mengalami masalah serupa, yakni inkonsisten. Atas rentetan hasil buruk yang dialami tim tersebut, pelatih kelahiran Magelang itu pun resmi diberhentikan pada Minggu 29 Agustus 2021 lalu.
1. Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan merupakan pelatih yang berpengalaman di Tanah Air. Karier kepelatihannya di liga domestik cukup mentereng. Pelatih berusia 54 tahun itu telah melatih berbagai klub lokal, mulai dari Sriwijaya FC hingga terakhir Madura United.
Pria kelahiran Lampung itu bahkan pernah melatih timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games. Atas performanya yang cukup baik, dia direkrut oleh klub promosi Liga Malaysia, T-Team.
RD -sapaan akrab Rahmad Darmaan- pun memimpin dengan cukup baik hingga timnya mampu bersaing di papan tengah klasemen. Sayang, T-Team dilanda masalah finansial sehingga harus turun kasta pada akhir musim 2017. RD pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan klub tersebut.
(Andika Pratama)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.