LONDON - Thomas Tuchel dikabarkan akan menggantikan Frank Lampard yang dipecat sebagai pelatih Chelsea. Namun, The Blues perlu berhati-hati karena Tuchel memiliki catatan sebagai pelatih yang berani melawan atasannya.
Tuchel adalah pelatih luar biasa. Pelatih berusia 47 tahun itu berhasil memberikan trofi DFB Pokal kepada Borussia Dortmund dan dua gelar juara Liga Prancis untuk Paris Saint-Germain.
Baca juga: Thomas Tuchel Paling Lama Bertahan di Chelsea 2 Tahun
Hanya saja, karier Tuchel bisa tidak bertahan lama di Chelsea. Tuchel tipe pelatih yang agresif, yang menuntut serta tidak takut melawan atasannya. "Tipe orang yang sulit," menurut CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke.

Sebelum bersama Dormund, Tuchel menghabiskan lima tahun memimpin Mainz. Dia membentuk tim yang baru prmosi ke kasta tertinggi Liga Jerman dengan menempati posisi kelima dan ketujuh dalam dua musim.
Namun, Tuchel memutuskan mundur pada Mei 2014 meski kontraknya masih tersisa satu tahun. Mainz awalnya tidak menerima keputusan Tuchel. "Kontrak selalu disimpan di Mainz," kata manajer eksekutif Christian Heide. "Perubahan tanpa persetujuan Mainz tidak mungkin. Itu akan tetap seperti itu."
Hanya saja, ksepakatan perpiasahan tercapai. Tuchel akhirnya ditunjuk sebagai pelatih Borussia Dortmund. Dia menghabiskan dua musim sebagai pelatih Dortmund, yang memainkan sepakbola menyerang dan menekan (pressing) tinggi.
Di musim pertamanya, Dortmund menjadi runner-up terbaik dalam sejarah Bundesliga dengan mengumpulkan 78 poin. Musim berikutnya mereka memenangkan DFB Pokal. Namun di luar lapangan, ada beberapa masalah.
Selama masa jabatannya, Tuchel berselisih dengan kepala pemandu bakar Borussian Dortmund, Sven Mislintat. Bahkan Sven Mislintat dilarang hadir di tempat latihan.

Seorang sumber Dortmund mengatakan bahwa klub sudah diperingatkan akan karakter Tuchel yang keras oleh Mainz. Namun, manajemen Dortmund tidak mendengarkan dan tetap mendatangkan Tuchel.
“Kami telah diperingatkan oleh Mainz bahwa akan menjadi sulit (dengan Thomas Tuchel),” kata seorang sumber di surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung.
“Kami tidak mendengarkan. Selama satu setengah tahun semuanya berjalan dengan baik. Kemudian semuanya seperti yang dikatakan Mainz,” tambah sumber tersebut.
Setelah Dortmund, Tuchel melanjutkan kariernya ke raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Meski memberikan trofi, Tuchel sudah berselisih dengan direktur olahraga PSG, Antero Henrique, karena Henrique gagal mendatangkan seorang gelandang pada bursa transfer.
Henrique meninggalkan PSG pada akhir musim pertama Tuchel. Leonardo menjadi pengganti Henrique. Selama setahun, hubungan keduanya tidak akur.
"Kami kehilangan terlalu banyak pemain dengan status bebas transfer," kata Tuchel pada Oktober 2020.
"Itu terlalu, terlalu banyak. Kami tidak bisa meminta skuad ini hal yang sama seperti yang kami lakukan musim lalu," tambahnya.

Leonardo langsung menjawab pernyataan Tuchel. "Saya tidak menyukai komentarnya, klub juga tidak menyukainya. Kami harus memahami momen yang kami alami.”
“Jika seseorang tidak bahagia, itu mudah, kita bisa bicara. Tetapi jika Anda memutuskan untuk tinggal, Anda harus menghormati orang-orang di atas Anda," tegas Leonardo.
Dua setengah bulan kemudian, PSG memecat Tuchel. Kini, Thomas Tuchel menjadi sosok difavoritkan menjadi pelatih Chelsea menggantikan Frank Lampard.
(Ramdani Bur)