Kemudian, Anda bisa mengikuti kursus kepelatihan A AFC setelah punya pengalaman melatih minimal setahun sejak memiliki lisensi B AFC. Ujian Anda hadapi akan lebih sulit ketimbang sebelumnya, tetapi ada peluang lebih besar menanti Anda jika lulus. Anda bisa menjadi asisten pelatih kepala klub Liga 1, pelatih kepala klub Liga 1, pelatih tim nasional usia muda (U-16, U-19, U-23), tim nasional wanita, dan asisten pelatih kepala tim nasional senior.
Apabila Anda ingin mengambil kursus kepelatihan AFC Pro, Anda harus melatih dengan lisensi AFC A selama minimal lima tahun. Setelah lulus, Anda bisa menjadi pelatih kepala tim nasional senior dan pelatih kepala klub di kompetisi tertinggi kontinental, seperti Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Setelah memiliki lisensi C AFC, B AFC, dan A AFC, ada kursus lagi yang bisa diambil. Anda bisa mengikuti kursus spesialisasi untuk menjadi pelatih fisik atau pelatih kiper. Baik pelatih fisik maupun pelatih kiper, memiliki tingkatan masing-masing.
Pelatih fisik memiliki level 1A, 1B, 2A, dan 2B. Lisensi B AFC bisa digunakan di level 1A dan 1B, sedangkan lisensi A AFC bisa dipakai untuk level 2A dan 2B. Setelah lulus kursus, Anda nantinya bisa menjadi pelatih fisik klub Liga 1 (level 1A & 1B), pelatih fisik timnas U-16, U-19, U-23, Putri, dan senior (level 1A & 1B).
Sementara itu, pelatih kiper memiliki level 1 (lisensi C AFC), 2 (lisensi B AFC), dan 3 (lisensi A AFC). Usai lulus kursus, Anda bisa menjadi pelatih penjaga gawang klub Liga 1 (level 1), pelatih penjaga gawang timnas U-16, U-19, U-23, dan Putri (level 1) dan senior (level 2).
Itulah tahapan-tahapan untuk menjadi pelatih. Selain punya keinginan, Anda juga harus menyiapkan modal yang cukup besar karena ada biaya untuk setiap kursus tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.