SAINT-DENIS – Kiper Tim Nasional (Timnas) Prancis, Hugo Lloris, memastikan timnya akan tetap tampil ngotot saat melawan Swedia pada laga pamungkas Grup A3 UEFA Nations League 2020-2021. Laga tersebut akan dimainkan di Stade de France, Rabu 18 November 2020 dini hari WIB.
Bagi Prancis, hasil pada laga tersebut sejatinya tidak berarti apa-apa. Sebab apa pun hasilnya, Prancis akan tetap keluar sebagai juara Grup A3 dan berhak lolos ke babak selanjutnya yakni semifinal UEFA Nations League 2020-2021.

Akan tetapi, Lloris tak ingin Prancis tampil seenaknya saja dengan tidak menganggap penting laga kontra Swedia. Ia justru meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus menghadapi Swedia demi menutup seluruh laga Timnas Prancis pada tahun ini dengan baik.
“Tujuan besok tentu saja untuk menyelesaikan tahun kalender kami dengan baik, dengan kinerja yang baik,” ungkap Lloris, mengutip dari laman resmi Timnas Prancis, Selasa (17/11/2020).
Baca juga Prancis Ingin Beri Kesan Manis di Laga Terakhir Grup A3
Sementara laga tersebut tidak akan berarti untuk Prancis, lain halnya dengan Swedia. Tim tamu tersebut membutuhkan kemenangan agar mereka bisa terhindar dari zona degradasi. Pasalnya saat ini mereka tengah bersaing dengan Kroasia untuk menentukan posisi ketiga dan keempat.
“Sebaliknya, Swedia akan berjuang untuk menghindari degradasi ke League B. Jadi kami harus melakukannya di atas segalanya untuk kami,” sambung Lloris.
Selain itu, Lloris juga mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap mempertahankan tren positif mereka. Sebab pada laga terakhir mereka memenangi laga kontra Prancis dengan skor 1-0, di mana itu juga menajdi penentu keberhasilan Prancis lolos ke semifinal.
“Selalu penting untuk memberikan kesinambungan dalam pertunjukkan, untuk menjaga cita rasa kemenangan,” tambah kiper Tottenham Hotspur tersebut.
“Sekali lagi, kata kuncinya adalah terus menang, untuk mendapatkan kepercayaan diri yang maksimal meski kami sudah terjamin lolos,” imbuhnya.
“Bila Anda memakai jersey warna biru ini, maka Anda memiliki tanggung jawab ini. Saya berasumsi bahwa semua pertandingan harus dimenangkan,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)