5 Pemilik Klub Sepakbola Paling Kaya, Nomor 1 Tembus Rp293,3 Triliun

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 51 2299911 5-pemilik-klub-sepakbola-paling-kaya-nomor-1-tembus-rp293-3-triliun-OUnHgFgeLX.jpg Sheikh Mansour (Foto: Sky Sports)

SEPAKBOLA era Modern telah menjadi industri yang melibatkan banyak uang di dalamnya. Alhasil, banyak orang kaya yang mencoba peruntungannya dengan terjun ke dunia sepakbola dengan memiliki klub.

Jika klub yang dimiliki berprestasi, orang-orang kaya itu tidak hanya mendapatkan uang, tetapi juga kehormatan. Oleh sebab itu, pada era modern ini, banyak dijumpai orang-orang kaya yang beradu gengsi di atas lapangan hijau.

Mereka bahkan tidak ragu melakukan investasi dana dalam jumlah besar pada klub masing-masing demi prestasi. Berikut lima pemilik klub sepakbola paling kaya, menyadur dari Techno Sports, Senin (26/10/2020).

5. Roman Abramovich (Chelsea) – Rp181 Triliun

Roman Abramovich (Foto: Istimewa)

Roman Abramovich terjun ke dunia sepakbola pada juli 2003 dengan membeli Chelsea seharga 140 juta poundsterling (sekira Rp2,6 triliun). The Blues –julukan Chelsea– yang awalnya klub biasa saja di Inggris, dibawa Abramovich ke papan atas hingga menyandang status salah satu klub besar dunia.

Sejak era Abramovich dimulai, Chelsea pun bergelimang prestasi bergengsi. Prestasi tertinggi yang pernah diraih Chelsea, adalah menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim 2011-2012. Abramovich tidak takut untuk mengeluarkan banyak uang asalkan Chelsea berprestasi. Total kekayaan Abramovich adalah 12,4 miliar USD (sekira Rp181 triliun).

4. Dietmar Hopp (Hoffenhaim) – Rp190 Triliun

Dietmar Hopp (Foto: Istimewa)

Dietmar Hopp adalah pemilik Hoffenhaim sejak 2015 silam. Akan tetapi, Hopp sudah menginvestasikan uangnya di Hoffenhaim sejak 1990. Hopp resmi menjadi pemilik setelah mendapatkan izin khusus dari Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB).

Izin itu membuat Hopp bisa melanggar aturan kepemilikan klub di Jerman. Mayoritas klub di Jerman memiliki sistem kepemilikan 50+1. Sebanyak 50 persen saham klub dimiliki para penggemar, sedangkan 1 persen saham berikutnya bisa dimiliki oleh orang umum.

Hoffenhaim mengikuti jejak Bayer Leverkusen dan Wolfsburg. Leverkusen dimiliki perusahaan Bayer, sedangkan Wolfsburg dipunyai perusahaan mobil Volkswagen. Akan Tetapi, kedua klub itu adalah pengecualian. Jadi, hanya Hopp yang mendobrak tradisi di Jerman sehingga dirinya kurang disukai oleh beberapa kelompok penggemar. Total kekayaan Hopp menyentuh 13 miliar USD (sekira Rp190 triliun).

3. Keluarga Agnelli (Juventus) – Rp197 Triliun

Andrea Agnelli (Foto: Istimewa)

Keluarga Agnelli merupakan pemilik Juventus sejak 1923. Keluarga Agnelli membawa Juventus meraih kejayaan di kompetisi domestik Italia dan Eropa. Keluarga Agnelli rela menginvestasikan banyak uang untuk membuat Juventus disegani.

Uang bukanlah masalah untuk keluarga Angelli yang merupakan salah satu dinasti bisnis Italia yang sangat berpengaruh. Selain Juventus, keluarga Agnelli juga memiliki Ferrari dan Fiat. Total kekayaan keluarga Agnelli menyentuh 13,5 miliar USD (sekira Rp197 triliun).

2. Dietrich Mateschitz (RB Salzburg, RB Leipzig, dan New York Red Bulls) – Rp284 Triliun

Dietrich Mateschitz (Foto: Istimewa)

Dietrich Mateschitz adalah salah satu pendiri perusahaan Red Bull dan memiliki 49 persen sahamnya. Mateschitz pun merambah ke dunia sepakbola dengan membeli New York Red Bulls, RB Salzburg, dan RB Leipzig. Total kekayaan Mateschitz menyentuh 19,4 miliar USD (sekira Rp284 triliun).

1. Sheikh Mansour (Manchester City) - Rp293,3 Triliun

Sheikh Mansour (Foto: Daily Express)

Sheikh Mansour membeli Manchester City pada 2008 silam. Setelah itu, ia mengeluarkan banyak uang untuk mengubah Man City dari klub biasa menjadi raksasa baru di Inggris. Man City pun mendominasi kompetisi domestik Inggris dalam sedekade terakhir berkat dukungan finansial dari Sheikh Mansour. Uang bukanlah masalah untuk Sheikh Mansour yang punya kekayaan, 20 miliar USD (sekira Rp293,3 rriliun).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini