BERGAMO – Gian Piero Gasperini masih melanjutkan catatan positifnya bersama Atalanta. Pelatih 65 tahun itu tengah menjadi sorotan lantaran berhasil membawa timnya bersaing untuk gelar scudetto musim ini.
Catatan impresif lainnya, Atalanta belum terkalahkan dari empat belas laga terakhir yang mereka mainkan. Luis Muriel dan kolega sukses mengemas sebelas kemenangan dan hanya merasakan tiga kali hasil imbang.

Terbaru, Atalanta bermain imbang kontra Hellas Verona di pekan ke-34 Liga Italia 2019-2020, Sabtu 18 Juli 2020 kemarin. Atalanta gagal meraih poin penuh usai ditahan imbang dengan sko akhir 1-1
Selain rekor kemenangan, Atalanta punya catatan manis lainnya di bawah asuhan Gasperini. La Dea –julukan Atalanta– tercatat jadi tim paling produktif di ajang Liga Italia musim ini. Mereka telah mengoleksi 94 gol hingga memasuki pekan ke-34 Liga Italia 2019-2020.
Baca juga: Verona vs Atalanta, La Dea Cuma Bawa Pulang Satu Poin dari Kandang Gialloblu
Jumlah gol Atalanta bahkan cukup kontras dari Juventus yang berada di puncak klasemen sementara. Bianconeri –julukan Juventus– sejauh ini tercatat baru mengoleksi 670 gol di kompetisi domestik.
Dampak positif yang diberikan Gasperini untuk tim Atalanta juga mendapat pengakuan dari pelatih tim Liga Italia lainya, yakni Ivan Juric. Beberapa bahkan menyebut hanya ada dua nama yakni Jurgen Klopp dan Josep Guardiola yang punya kualitas lebih baik dari pelatih asal Italia tersebut.
“Saya yakin (Gasperini) saat ini sedang memikirkan tentang target scudetto,” ujar Juric, seperti dilansir dari laman Football Italia, Minggu (19/7/2020).
“Gasperini telah diremehkan selama bertahun-tahun. Mereka selalu berbicara tentang pengalaman negatif di Inter, tetapi percayalah, saya ada di sana, pelatih terbaik di dunia tidak bisa mengubah apa yang terjadi pada saat itu,” lanjutnya.

“Sekarang banyak klub yang mulai menjadikannya sebagai contoh, termasuk Inter. Bahkan saya yakin klub di luar Italia mulai menganalisis gaya kepelatihannya. Dia memiliki keberanian untuk mengusulkan gaya sepakbola yang baru dan total dalam menyerang,” tambahnya.
“Sejauh yang saya ketahui, Jurgen Klopp dan Pep Guardiola mungkin ada di depan, tetapi kemudian ada Gasperini. Ini perkembangan pertama dalam sepakbola sejak tiki-taka," tandasnya
(Ramdani Bur)