DORTMUND – Gelandang Borussia Dortmund, Emre Can, merupakan pesepakbola Muslim berkebangsaan Jerman. Dalam satu kesempatan Can pernah membagikan rasa kecewa yang dialaminya lantaran keluarganya yang memeluk agama Islam mendapat perlakuan tak menyenangkan.
Hal itu terjadi pada 2018 ketika Can masih membela Liverpool. Pada suatu ketika, ia bersama dengan kedua orang tuanya hendak melakukan perjalanan dari Inggris menuju Jerman.
Dalam perjalanan tersebut, mereka juga pergi bersama seorang sahabatnya. Akan tetapi, karena Can memesan tiket pesawat di saat-saat terakhir menjelang keberangkatan, maka ayah dan ibunya tak bisa duduk berdekatan.
Baca juga: Ilkay Gundogan, Pemain Sepakbola yang Ingin Menginspirasi Muslim Jerman

Maka dari itu, ketika berada di dalam pesawat, sahabat Can meminta kepada seorang penumpang agar mau bertukar kursi dengan ibunda dari mantan gelandang Juventus tersebut. Namun, penumpang tersebut menolak permintaan itu.
Hal yang membuat Can sakit hati sebenarnya adalah alasan penolakan penumpang tersebut. Sebab, ia tak mau memberikan kursinya kepada seorang Muslim.
Dalam penerbangan tersebut, ibunda Can mengenakan jilbab (hijab). Sehingga orang-orang dapat dengan mudah mengenali ibunda Can adalah seorang Muslimah.
Can dibuat semakin terkejut karena ternyata pria yang menolak memberikan kursi tersebut adalah orang yang dikenalnya. Orang tersebut merupakan mantan pesepakbola. Akan tetapi, hingga sekarang Can tak mau memberi tahu siapa pria yang dimaksud.
“Saat itu saya memiliki hari libur dan saya ingin terbang ke Jerman. Saya harus memesan pada menit terakhir. Ibu saya mengenakan jilbab. Dia ada di sini bersama ayah saya. Kami tidak bisa duduk bersama di pesawat,” beber Can, mengutip dari Liverpool Echo, Sabtu (18/7/2020).

“Ada dua kursi di sebelah satu sama lain. Ibu dan ayah saya ingin duduk bersama, tetapi ada penumpang di kursi lain. Sahabat terbaik saya ada di sana juga dan dia bertanya kepada pria itu, 'Bisakah mereka duduk di sana?' Si pria berkata, 'tidak, perlihatkan tiket Anda pada saya,'” lanjutnya.
“Teman saya berkata, 'Tolong, mereka hanya ingin duduk bersama,' dan lelaki itu berkata 'tidak' lagi. Alasan dia mengatakan tidak adalah karena ibu saya mengenakan jilbab. Itu hal yang buruk. Itu rasis. Sebenarnya dia adalah mantan pemain, tetapi dia tidak melihat saya karena saya berada di bagian belakang pesawat," tukas Can.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.