5 Aturan di Sepakbola yang Sering Dilanggar

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 51 2242476 5-aturan-di-sepakbola-yang-sering-dilanggar-lnXEu6h4W9.jpg Ilustrasi. Kevin de Bruyne melakukan penalti. (Foto/Man City)

ADA begitu banyak aturan dalam sepakbola sehingga pemula bahkan profesional sering melanggar aturan. Hanya saja, sejumlah aturan yang dirancang FIFA justru sering dilanggar banyak pemain.

Berikut ini 5 aturan yang sering dilanggar dalam sepakbola

5. Menghubungi Pemain Tanpa Izin

Membeli dan menjual pemain adalah bagian dari sepakbola. Ini bisnis yang sangat menguntungkan untuk klub, pemain, dan agen.

Foto/Bayern Munich

Dalam pembelian pemain yang terikat kontrak dengan sebuah klub, prosedurnya adalah klub yang berminat menanyakan apakan pemainnya dijual dan apakah bisa melakukan kontak dengan pemain yang diincar. Jika klub menyetujui, klub yang ingin membeli pemain dapat melanjutkan negosiasi. Jika tidak, mereka tidak boleh menemui pemain yang mereka incar.

Baca juga: 5 Pemain yang Sedih Ditinggalkan Rekan Setim, Nomor 2 Libatkan Cristiano Ronaldo

Baca juga: 5 Pemain Bintang yang Nomornya Dipensiunkan

Namun, saat ini banyak pihak yang terlibat menghindari aturan dengan membocorkan berita ke media. Karena itu, ada begitu banyak spekulasi dan rumor. Pemain yang dirumorkan akan gelisah dan menuntut transfer sehingga memaksa klub untuk melepas mereka ke klub lain.

4. Penalti

Mendapat penalti merupakan anugerah atau bencana bagi tim sepakbola. Pasalnya, Sebuah tim berpotensi mengonversi peluang itu menjadi gol alih-alih dipatahkan kiper lawan atau melebar.

Foto/Real Madrid

Penalti juga memiliki aturan yang spesifik. Satu contohnya, kiper tidak boleh keluar dari garis gawang. Minimal satu kaki kiper harus menginjak garis gawang saat penalti.

Aturan lainnya adalah eksekusi penalti. Aturan menyebutkan pemain selain di eksekutor tendangan penalti dilarang memasuki area kota penalti. Namun, banyak pemain yang melanggar dengan masuk kotak penalti saat rekannya baru akan mengeksekusi bola dari titik 12 pas.

3. Lemparan ke Dalam

Lemparan ke dalam atau throw-in adalah bagian penting dari sepakbola. Tak jarang, sebuah gol tercipta melalui situasi ini. Namun, banyak pemain yang menyalahi aturan lemparan ke dalam.

Foto/Premier League

Banyak pemain yang melanggar dengan melakukan ancang-ancang melempar bola sambil berlari, sesuatu yang diharamkan. Aturan lemparan ke dalam yang benar , yakni bola dilempar dengan kedua tangan menuju ke lapangan permainan dengan dimulai dari belakang kepala (bola berada di belakang kepala).

2. Menarik Jersey Lawan

Menarik jersey lawan di area kotak penalti jarang berbuah penalti. Bahkan, banyak pemain yang protes karena kausnya ditarik lawan, namun justru tidak digubris oleh wasit.

Foto/Premier League

Menarik pemain lawan merupakan pelanggaran karena perilaku yang tidak sportif, dan menarik kaus lawan harusnya juga dianggap pelanggaran. Jika itu terjadi di kotak penalti, harusnya itu penalti.

Namun, wasit jarang meniup peluit untuk hal semacam itu dan pemain yang sedang diserang akan memanfaatkannya dengan terus menarik kaus atau jersey pemain lawan.

1.Aturan 6 detik

Dalam pertandingan semifinal Olimpiade Musim Panas 2012, wasit bernama Christiana Pedersen meniup peluit dan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim Amerika Serikat.

Foto/FA

Alasan wasit saat itu karena kiper Kanada menahan bola di tangannya selama lebih dari 6 detik, dan itu menjadi kontroversi. Namun, wasit punya hak karena dalan aturan menyatakan penjaga gawang tidak diizinkan untuk mengendalikan bola di tangannya selama lebih dari enam detik.

Meski begitu aturan ini agak rancu, karena enam detik harus dihitung setelah kiper sepenuhnya mengendalikan bola dan agak jauh dari pemain lawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini