LONDON – Legenda Arsenal, Thierry Henry, mengatakan bahwa dirinya tak pernah terobsesi untuk mengalahkan Ruud van Nistelrooy dalam perebutan penghargaan Sepatu Emas di ajang Liga Inggris pada setiap musimnya. Ia mengaku tak terlalu memedulikan penampilan Van Nistelrooy saat sama-sama masih merumput di Liga Inggris.
Henry dan Van Nistelrooy memang diketahui kerap terlibat pertarungan ketat dalam perburuan penghargaan Sepatu Emas Liga Inggris setiap musimnya. Henry yang kala itu membela Arsenal memang dapat tampil begitu apik. Hal yang sama pun ditunjukkan Van Nistelrooy yang bernaung di Manchester United saat itu.

Persaingan keduanya tersaji dalam lima musim beruntun sejak 2001 di Liga Inggris. Selama lima musim bersaing, Henry sendiri diketahui berhasil meraih empat penghargaan Sepatu Emas, sementara Van Nistelrooy hanya dapat mengantongi satu trofi.
BACA JUGA: De Bruyne Incar Rekor Assist Thierry Henry di Liga Inggris
Legenda Man United, Rio Ferdinand, pun sempat menyatakan bahwa Van Nistelrooy terobsesi dengan statistik Henry. Ia biasanya selalu menunjukkan raut tak senang setiap kali Henry mencatatkan gol lebih banyak darinya.
"Itu menjadi cerita antara saya dan dia karena selalu dia atau saya (yang memenangkan sepatu emas), tetapi saya tidak tahu apakah Anda ingat saya dulu sering memberikan penalti. Saya digunakan untuk memberikan penalti!” ujar Henry, sebagaimana dikutip dari Sportbible, Sabtu (2/5/2020).
"Ketika Edu memainkan pertandingan terakhirnya untuk Arsenal dan saya bertarung dengan Ruud van Nistelrooy untuk Sepatu Emas, saya memberinya penalti. Tetapi, jika Anda melihat jumlah assist yang saya berikan dalam permainan dan kadang-kadang saya berada di depan gawang dan saya kuadratkan itu yang akan menjawab pertanyaan itu. Saya tidak akan memiliki semua assist itu jika hanya berpikir tentang Sepatu Emas,” lanjutnya.
Tetapi, Henry memastikan bahwa hal yang berbeda dilakukan olehnya. Ia sama sekali tak pernah teobsesi untuk mengalahkan pemain asal Belanda tersebut karena fokusnya selalu untuk tim, bukan mengejar statistik secara pribadi.
"Ketika saya sedang kesal adalah jika saya tidak memberikan assist atau saya tidak mencetak gol. Kemudian, saya merasa tidak membantu tim saya. Terkadang, Anda bisa menjadi luar biasa dalam permainan tanpa gol dan assist, kadang-kadang benar-benar buruk dengan gol dan assist sehingga tergantung pada apa yang orang nilai,” tutur Henry.
"Saya bisa jadi tamak dan bermain untuk diri saya sendiri, tetapi begitulah permainannya. Ruud adalah striker yang luar biasa, saya memiliki begitu banyak pertempuran dengannya, ia adalah seorang striker yang bermain di tim yang luar biasa,” tukasnya.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.