Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hijrah ke Milan Jadi Berkah Tersendiri bagi Nesta yang Tersiksa di Lazio

Hendry Kurniawan , Jurnalis-Selasa, 28 April 2020 |15:23 WIB
Hijrah ke Milan Jadi Berkah Tersendiri bagi Nesta yang Tersiksa di Lazio
Alessandro Nesta (Foto: Reuters)
A
A
A

MILAN – Alessandro Nesta dikenal sebagai salah satu bek tengah terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepakbola. Pada musim panas 2002, hal mengejutkan terjadi di mana Nesta meninggalkan Lazio selaku klub yang telah membesarkannya dan bergabung dengan Milan.

Diakui oleh Nesta pada awalnya ia sama sekali tidak memiliki niatan untuk meninggalkan Lazio. Apalagi ia merupakan penduduk asli kota Roma dan jebolan akademi Lazio. Akan tetapi, krisis keuangan yang dialami Lazio memaksa Nesta untuk hengkang.

Baca juga: Presiden Lazio Tak Senang Inter dan Atalanta Ikut Play-off

Alessandro Nesta

Saat itu, Nesta yang berposisi sebagai kapten sekaligus terlibat di jajaran manajemen kerap ditekan oleh rekan-rekannya ketika gaji belum turun. Nesta mengungkapkan bahwa hal itu menyakitinya. Terlebih lagi, Nesta jadi tidak bisa menikmati bermain sepakbola karena sudah dipusingkan dengan hal-hal di luar itu. Tak ayal, meski terpaksa, namun bergabung dengan Milan jadi berkah tersendiri bagi Nesta.

"Pada saat itu saya tidak ingin pergi ke mana pun. Saya akan tinggal di sana (Lazio) seumur hidup. Dua tahun sebelum bergabung dengan Milan, Real Madrid meminta saya dan saya katakan kalian gila! Saya bermain untuk Lazio!” beber Nesta, seperti dilansir dari Forza Italian Football, Selasa (28/4/2020).

“Kemudian semuanya berantakan dan saya bergabung dengan Milan, dan saya harus berterima kasih kepada surga untuk itu karena saya memenangkan banyak hal di sana. Lazio adalah pengalaman belajar yang luar biasa. Saya tidak ingin pergi selama musim terakhir saya, tetapi sulit karena ruang ganti berantakan,” lanjutnya.

“Saya adalah kapten dan saya adalah bagian dari dewan direksi. Saya berumur 23 tahun saat itu dan mereka berbicara kepada saya tentang keseimbangan klub, itu sangat menegangkan. Setiap hari para pemain akan bertanya kepada saya tentang upah mereka, karena mereka belum dibayar dalam enam, tujuh bulan,” sambung juara Piala Dunia 2006 itu.

“Itu menyakiti saya. Saya merasa diserang dan saya iri dengan para pemain asing. Ketika saya pergi ke Milan, saya hanya bermain sepakbola, karena saya tidak harus fokus pada hal lain, dan itu membebaskan," pungkas Nesta.

Nesta diboyong Milan dengan harga 31 juta euro. Pada saat itu, nominal tersebut tentunya sangat fantastis untuk seorang bek. Transfer tersebut tidak hanya menyelamatkan Nesta dari tekanan yang dihadapinya, namun juga membantu keuangan Lazio.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement