BEIJING – Penyebaran virus korona di Wuhan, China, berdampak pada segala sendi kehidupan di Negeri Tirai Bambu, termasuk sepakbola. Liga Super China terpaksa ditunda demi membantu otoritas setempat untuk mengontrol peredaran virus tersebut.
Liga Super China 2020 sedianya dimulai pada 2020 dengan Guangzhou Evergrande sebagai juara bertahan. Penyebaran virus korona membuat kick off kompetisi yang sudah terjadwal itu ditunda. Asosiasi Sepakbola China (CFA) berjanji untuk segera menyusun jadwal ulang kompetisi.
Baca juga: 7 Fakta Penting Virus Korona yang Wajib Diketahui
“CFA akan terus menjaga komunikasi dengan otoritas nasional, menentukan jadwal yang disesuaikan dengan perkembangan aktual dari situasi epidemik ini, dan membuat penyesuaian yang masuk akal pada sistem, penjadwalan, dan skala kompetisi bila perlu,” bunyi pernyataan resmi CFA, dikutip dari Goal, Kamis (30/1/2020).
“Informasti terkait akan diumumkan melalui situs resmi CFA. Mewakili dunia sepakbola, CFA memberikan dukungan penuh kepada semua staf dan pekerja medis yang saat ini menjadi garda terdepan pencegahan dan kontrol terhadap penyakit itu,” lanjut pernyataan resmi itu.
Selain Liga Super China, kualifikasi sepakbola wanita untuk Olimpiade 2020 yang sedianya dilangsungkan di China, dipindahkan ke Sydney, Australia. Awalnya, kualifikasi akan digelar di Wuhan, tetapi dipindahkan ke Nanjing akibat virus korona. Namun, seiring masifnya penyebaran virus, kualifikasi akhirnya dipindah ke Australia.
Hingga 28 Januari 2020, China melaporkan 4.000 kasus pasien terpapar virus korona yang terkonfirmasi, dengan 7.000 kasus lainnya masih berupa dugaan. Sejak Desember 2019, virus bernama 2019-nCov itu sudah menelan lebih dari 130 korban jiwa.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.