Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cedera Akhiri Karier Singkat Van Basten di Lapangan Hijau

Admiraldy Eka Saputra , Jurnalis-Sabtu, 28 September 2019 |11:06 WIB
Cedera Akhiri Karier Singkat Van Basten di Lapangan Hijau
Van Basten membutuhkan tongkat untuk sekadar berjalan. (Foto: Sportskeeda)
A
A
A

MARCO  van Basten menjadi salah satu pesepakbola paling sukses di eranya. Mengawali karier profesional bersama tim asal Belanda, Ajax Amsterdam, Van Basten mencatatkan sederet prestasi termasuk menjadi top skor Liga Belanda empat musim berturut-turut yakni pada 1984 hingga 1987.

Lima musim berseragam Ajax Van Basten menorehkan 128 gol dalam 133 penampilannya. Salah satu yang paling dikenang adalah gol overhead kick-nya ke gawang FC Den Bosch.

Marco Van Basten

Bersama Van Basten, Ajax merajai kompetisi sepakbola Belanda. Eredvisie (Liga Belanda), KNVB Cup, hingga Piala Winners. Akan tetapi, Van Basten sempat terganggu cedera engkel di musim terakhirnya bersama Ajax Amsterdam sebelum ia memutuskan hijrah ke AC Milan pada musim panas 1987.

Kondisi tersebut juga yang akhirnya membuat pemain bertinggi badan 188 sentimeter itu hanya tampil sebanyak 11 kali pertandingan di musim perdananya bersama AC Milan. Kendati begitu, Van Basten menjadi salah satu aktor penting yang membuat Milan mengakhiri penantian delapan tahun mereka akan gelar juara Liga Italia.

Sementara di musim kedua, Van Basten yang berusaha mengabaikan cederanya tetap berusaha bermain maksimal ketika diperlukan. Usahanya tersebut berbuah hasil. Berada di bawah asuhan Arigo Sacchi, Van Basten kembali menjadi andalan lini depan Milan bersama Frank Rijkaard dan Ruud Gullit.

Kolaborasi apik Van Basten-Rijkaard-Gullit menjadikan lini serang AC Milan menjadi salah satu yang paling ditakuti saat itu. Sejak saat itu lah mereka dijuluki Trio Belanda di AC Milan.

Infografis Marco van Basten

Akan tetapi, kenyamanan bermain yang dirasakan Van Basten kala itu tak berselang lama. Cedera pergelangan kaki yang dulu pernah dialaminya kembali kambuh. Kondisinya bahkan semakin parah sehingga memaksanya untuk naik meja operasi.

Sayang, usahanya untuk kembali pulih seperti sedia kala sirna. Operasi yang dijalani Van Basten gagal. Ia bahkan sempat divonis harus menepi selama dua musim, tepatnya pada 1993-1994 dan 1994-1995.

Harapannya untuk kembali bermain di rumput hijau pada akhirnya harus dilupakan. Pada usia 31 tahun tepatnya pada 1995 ia menyatakan pensiun sebagai pemain.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement