PUNCAK karier seorang pesepakbola adalah berprestasi bersama tim nasional (timnas). Seorang pesepakbola bisa dikatakan yang terbaik di dunia pada level klub, tetapi kariernya belum paripurna jika gagal memberikan gelar untuk negara. Tentu karier Fernando Torres bisa dikatakan sudah lengkap.
Pria berusia 35 tahun itu sudah memenangi cukup banyak gelar bersama klub, sebut saja Piala FA, Liga Champions, dan Liga Eropa bersama Chelsea dan Liga Eropa (2017-2018) bersama Atletico Madrid. Namun, puncak dari prestasinya adalah kampiun Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
Fernando Torres sedikit banyak beruntung lahir di rentang usia ketika Timnas Spanyol dihuni oleh generasi emas. Sumbangsihnya untuk La Furia Roja juga tidak bisa dikatakan kecil. Lelaki kelahiran Fuenlabrada itu mengukir 38 gol dalam 110 penampilan pada periode 2003-2014.
Turnamen perdananya bersama Timnas Spanyol adalah Piala Eropa 2004. Dari tiga penampilan, Torres sama sekali gagal mencetak gol dan Spanyol pun tersingkir di fase grup. Kemudian pada Piala Dunia 2006, Torres mencetak tiga gol dari empat pertandingan. Saat itu, kiprah Spanyol terhenti di 16 besar setelah takluk 1-3 dari Prancis. Dua tahun kemudian, ia muncul sebagai pahlawan penentu gelar.

(Torres saat bobol gawang Lehmann di final Piala Eropa 2008. Foto: Istimewa)
Stadion Ernst-Happel di Wina, Austria, 30 Juni 2008 menjadi saksi keuletan Fernando Torres dalam mencetak gol. Pesepakbola yang kala itu bermain untuk Liverpool, mampu melepaskan diri dari kawalan bek Jerman untuk membobol gawang Jens Lehmann di menit 33. Gol semata wayang Torres menghapus dahaga gelar Timnas Spanyol sejak Piala Eropa 1964.